BANYUWANGI-JATIM, (PERAKNEW).– Diduga dikerjakan asal- asalan Proyek pembangunan Embung (penampung air) Cokol di Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi yang baru selesai bulan Mei lalu ambrol. Diketahui proyek dibawah Leading sector Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kab. Banyuwangi ini dikerjakan oleh CV. Hera Joyo dengan nilai pagu sebesar Rp187.500.000,- pada bulan Maret 2018.
Diungkapkan warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya,”Bangunan tersebut tau-tau langsung ambrol, padahal saat itu debit air sungai sedikit, ya mungkin itu ada kesalahan dalam campuran atau adonan saat pemasangan batu sehingga mudah ambrol,” terangnya kepada Peraknew.

Ketika dikonfirmasi terkait ambrolnya Embung, Kasihan selaku Koordinator Sumber Daya Air ya air melalui Watshapnya dengan nomer 085203849XXX mengatakan,”Proyek embung yang ambrol tersebut memang masuk daerah saya, tapi saya tidak tahu mas karena waktu pelaksanaannya pihak CV tidak memberikan surat pemberitahuan kepada saya selaku korsda Cluring dan proyek tersebut ambrol karena campurannya tidak pas dan kurang bagus. Untuk informasi terkait embung yang ambrol langsung saja kepada pengawasnya Hariyanto dan PPTK-nya Sandy,” Ungkapnya dengan nada kecewa sebab sebagai Korsda pihaknya tidak di beritahu saat pelaksanaanya.
Ditempat terpisah, Hariyanto selaku pengawas dari Dinas PU Pengairan Banyuwangi melalui Whatsappnya mengatakan,” Pembangunan tersebut ambrol salah satu penyebabnya karena ada kendaraan jalan mundur dan urugan agak ambles tapi pihak rekanan atau CV siap memperbaiki. Untuk masalah campurannya wajar mas dan kalau masalah surat pemberitahuannya saya kurang tau mas,” terangnya.
Sementara itu Sandy selaku PPTK mengatakan,”Terkait ambrolnya Proyek Pengairan dengan nilai Pagu 187.500.000 dengan pelaksaaan pembangunan jembatan embung Cokol, pihak CV Hera Joyo sudah konfirmasi ke saya dan saya menyampaikan untuk segera di perbaiki, karena ini masih tahap masa pemeliharaan. Sementara untuk surat pemberitahuaan dari awal saya sudah sampaikan untuk segera ditembusi ke Korsda, desa, Hippa dan pihak lainnya,” tandasnya.
Selanjutnya Peraknew pun mengkonfirmasi pihak CV Hera Joyo melalui Ponselnya mengatakan,”Iya mas saya selaku pelaksananya dan penyebab proyek embung yang ambrol itu karena urugan tanah di bajet tiga rit oleh Dinas PU Pengairan Banyuwangi, sehingga tanah urug tersebut ambles dan juga di karenakan ada mobil mundur untuk mengambil buah, tapi karena ini masa pemeliharaan saya sanggup untuk memperbaikinya,” ungkapnya berjanji.
Terkait permasalahan tersebut, diharapkan Dinas PU Pengairan Banyuwangi segera mengambil sikap tegas terhadap pelaksannya sehingga kedepannya tidak lagi ada kejadian serupa, bila perlu jika hasil pemeriksaan terbukti ada penyimpangan, Blacklist pelaksananya. (Leo)






