CIASEM-SUBANG, (PERAKNEW).- Sungguh sangat memprihatinkan, balita bernama Titian Nur Azizah, menderita Penyakit Hidrosefalus atau mengalami kondisi penumpukan cairan di dalam otak, yang mengakibatkan meningkatnya tekanan pada otak, sehingga ukuran kepala balita berusia 2 (Dua) bulan tersebut, kini semakin bertambah besar melebihi ukuran normalnya.

Jum’at (22/6/18), anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan suami istri, Raslim dengan Rohemi, Warga Dusun Wanarasa-RT/RW-020/006, Desa Ciasem Tengah, Kabupaten Subang itu, saat ini tengah menjalani berobat jalan menggunakan fasilitias pelayanan kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Mulai dari rujukan dari Puskesmas Ciasem, oleh dr. Agung mengarahkan ke Klinik Anak Rumah Sakit (RS) Puriasih-Jatisari, Kab. Karawang dan menerima tindakan pemeriksaan oleh dr. Tati Ermawati.

Hasil pemeriksaan di RS tersebut, Titian harus dirujuk kembali ke Poli Bedah Saraf RS Siloam Purwakarta, untuk menjalani tindakan Computerized Tomography Scan (CT Scan), untuk menggambarkan lebih detil bagian-bagian tubuh tertentu, karena CT Scan bekerja mengambil gambar dari potong-potongan organ yang diperiksa.

“Diagnosa sementara, pasien menderita Hidrosefalus dan harus di rujuk ke RS Siloam untuk menjalani CT Scan, jika hasil dari Siloam harus dirujuk ke RSHS Bandung, pihak keluarga harus secepatnya memenuhi rujukan itu,” ungkap dr. Tati usai memeriksa Titian secara medis.

Sementara, meratapi atas musibah yang menimpa anaknya itu, Raslim (Ayah Pasien) menuturkan, “Sepertinya kejadian ini merupakan teguran dari Allah, sebelumnya, anak saya ini lahir premature, dia lahir kaki dulu, bukan kepala dan tidak menangis saat lahir, tanggal 22 April 2018, pada hari itu juga Titian langsung dibawa ke Rumah Sakit Puriasih, lalu di rujuk ke Rumah sakit Titian Bunda Cikampek-Karawang, dirawat di ruang ICU selama 10 (Sepuluh) hari,” tuturnya bersedih.

Lanjutnya, “Setelah melahirkan Titian, istri saya mengalami pendarahan dan di rawat juga di rumah sakit. Walau begitu, saya ikhlas menerima semuanya. Namun, yang kami selalu pikirkan, khawatirkan biaya perobatan anak saya akan besar, karena harus dirujuk ke beberapa rumah sakit besar. Sementara, kondisi ekonomi kami rendah, pekerjaan saya hanya sebagai buruh tani pak. Iya, memang berobatnya pakai BPJS, tapikan perjalanan pulang pergi atau sampai dirawat di rumah sakit, pasti membutuhkan biaya. Tapi, saya yakin pasti ada hikmahnya. Mudah-mudahan, Allah membukakan jalannya, melalui orang-orang yang peduli membantu pengobatan anak saya. Amin…!” ungkapnya berdo’a.

Menyikapi hal itu, Titian yang nampak digendong ibunya, dalam perjalanan berobat tersebut, telah didampingi dan diurus oleh salah seorang Anggota LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP) Pantura 1 (Satu), Anen Roziun, serta diantar jemput dari rumahnya ke Puskesmas hingga RS Puriasih dan diantarkan kembali pulang, menggunakan Mobil Unit Siaga Khusus Pasien Warga Miskin (Gakin) milik LSM FMP.

“Kegiatan social ini adalah agenda utama lembaga kami. Pendampingan, pengurusan, serta antar jemput proses berobat jalan Titian, Pasien Hidrosefalus ini tengah kami lakukan. Hari Senin (25/6/18), akan dilanjutkan kembali untuk memenuhi rujukan dari RS Puriasih ke RS Siloam dimaksud,” kata Anen, di rumah pasien, sepulangnya melakukan aktivitas socialnya itu. (Hendra)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here