oleh

Soal Kasus PKH Ciasem, Polres Subang Harus Terapkan Pasal 2 dan 3 UU Tipikor

SUBANG, (PERAKNEW).- Terkait penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi dan atau Pungutan liar (Pungli) dana Program Keluarga Harapan (PKH) modus Koperasi Simpan Pinjam (Kosipa) oleh Oknum Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Ciasem, Ade Ahyani, dengan cara memerintahkan para anak buahnya yang bertugas sebagai pendamping PKH tingkat desa.

Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (U Tipikor) Polres Subang, IPDA Donny Kustiawan berjanji akan melakukan gelar perkara pada minggu depan, “Kasus PKH Ciasem akan gelar perkara minggu depan,” ujarnya, dalam audensi dengan LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP), di Jalan Palabuan, Kelurahan Sukamelang, Kecamatan/ Kabupaten Subang, Rabu (07/04/2021).

Menanggapai pernyataan Donny, Ketua Umum (Ketum) FMP, Asep Sumarna Toha medesak, agar penyidik segera menuntaskan kasus tersebut, sehingga tidak hanya menjerat pelaku dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli), namun penyidik harus menerapkan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang (UU) nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), “Untuk kasus pungli ini, penyidik agar tidak hanya menerapkan Perpres Nomor 87 tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli saja, namun penyidik harus menerapkan juga Undang-Undang Tindak Pidana Korupsinya, karena ini berkaitan dengan uang negara juga, dana PKH adalah Bantuan sosial dari pemerintah melalui dinas sosial,” tegas Aktivis Pemberantasan Korupsi yang akrab disapa Abah Betmen ini.

UU nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor, Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor menyebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya  diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara  minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah  dan paling banyak 1 miliar rupiah.

UU nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor, Pasal 3 menyebutkan, setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan  diri sendiri atau  orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit  50 juta rupiah dan maksimal 1 miliar.

Seperti telah diberitakan Perak diedisi-edisi sebelumnya, bahwa bukti-bukti video rekaman pengakuan para korban (para KPM PKH), bahwa dana PKH mereka telah dipungut oleh oknum Kocam PKH tersebut, setiap setelah melakukan pencairan, hingga hasil video rekaman Perak itu, sempat tayang di Youtube Perak TV, disitulah jika polisi serius menangani kasus ini, bisa tonton dan bisa menjadikannya sebagai alat bukti petunjuk.

Berikut ini para saksi korban Pungli PKH modus koperasi Ade Ahyani tersebut, yang sudah diwawancarai Perak, diantaranya pengakuan dari sejumlah Ketua Kelompok KPM PKH di Desa Sukamandijaya, NENI ROHAENI, SUPRIATI, ADE RUMIATI, DARINAH, JOJO dan TATO, mengaku atas perintah ADE AHYANI dkk tersebut, telah memungut Iuran wajib koperasi Rp20.000,- dan Iuran pokok koperasi Rp15.000,- per KPM, per tiga bulan pencairan.

Pengakuan 2 (Dua) Ketua Kelompok KPM PKH di Desa Ciasem Girang, RATI’AH, RUSNI dan ERAM atas perintah ADE AHYANI dkk tersebut, Iuran wajib koperasi senilai Rp20.000,- per pencairan.

Pengakuan 2 (Dua) Ketua Kelompok KPM PKH di Desa Ciasem Baru, HARIS dan WARDI mengaku atas perintah ADE AHYANI dkk tersebut, telah memungut Iuran wajib koperasi Rp20.000,- dan Iuran pokok koperasi Rp15.000,- per KPM, per tiga bulan pencairan.

Lebih jelasnya lagi untuk alat bukti petunjuk Polres Subang, bahwa Pungli untuk iuran pokok dan wajib koperasi tersebut, telah diakui juga oleh Ade Ahyani dan dapat dilihat di Youtube PerakTV dengan judul Dugaan Pungli Dana Pkh Kec Ciasem-Subang Modus Koperasi serta Pengakuan Ade Ahyani juga ditayangkan di Youtube Perak TV. (Hendra2)

Berita Lainnya