SUBANG, (PERAKNEW).- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)  RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) Kabupaten Subang tahun 2018, dilaksanakan pada hari  Rabu, (8/3). Musrenbang RKPD ini dilaksanakan selama dua hari yaitu dari tanggal 8-9 maret 2017.

Musrenbang tahun ini mengusung tema akselerasi pencapaian visi misi Kabupaten Subang tahun 2014-2018 banyak pokok yang telah dibahas dan direncanakan yang diantaranya tentang prasarana dan penataan ruang, sosial budaya dan ekonomi dan yang paling penting adalah pembangunan  menahun di bangunan tiga kecamatan ditahun 2018  yaitu Kecamatan Ciater, Sukasari dan Pusakajaya.

Musrenbang ini merupakan pelaksanaan undang-undang No. 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, undang-undang No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dan Permendagri No. 54 tahun 2010 serta pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 8 tahun 2008 tentang tahapan, tatacara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah pasal 121 ayat (1) bahwa penyelenggaraan Musrenbang RKPD Kabupaten/Kota dilaksanakan paling lambat akhir bulan maret.

Peserta Musrenbang Kabupaten adalah, DPRD Kab. Subang, Dinas/Instansi/Kantor/Lembaga, Delegasi Kecamatan, Camat, Perguruan Tinggi, LSM, Organisasi Profesi dan Ormas lainnya, Kabupaten tetangg dan Pimpinan BUMN/BUMD dan lembaga Vertikal.

Untuk hari pertama dibagi 3 kelompok musyawarah yaitu kelompok prasarana dan penataan ruang di Aula Setda, Kelompok Ekonomi di Aula PKK, dan Kelompok Sosial Budaya di Aula BP4D atau dulu adalah BAPPEDA, dengan pembahasan usulan kegiatan dalam sidang kelompok.

Hari kedua pelaksanaan Musrenbang untuk mendengarkan arahan dari Bupati terkait arah kebijakan pembangunan tahun 2018 juga mendengarkan paparan dari berbagai narasumber untuk memberikan pencerahan terkait pelaksanaan pembangunan.

Penyusunan RKPD tahun 2018 yang akan dilaksanakan dan dikordinasikan oleh BP4D merupakan tahun ke lima atau merupakan tahun terakhir perencanaan, oleh karena itu RKPD tahun 2018 sangat strategis untuk memastikan tercapainya tujuan dan sasaran pembangunan juga harus menjamin masyarakat untuk terlibat dalam setiap tahapan perencanaan daerah, dimana rusmusan harus tercermin dari hasil akhirnya. Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih melalui Kepala Badan Pendidikan, Pelatihan,Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) H. Sumasna.

“Ini merupakan tahun terakhir penyusunan RKPD Kab. Subang untuk tahun 2018  dan sudah di tetapkan dalam RPJMD Kab. Subang melalui program Gapura, kaitan untuk RKPJ 2018 harus memenuhi 4 kriteria yaitu dapat memastikan terselesaikannya permasalahan pembangunan menahun, kedua harus dapat memastikan terget kinerja pembangunan sesuai yang ditetapkan , ketiga harus dapat meningkatkan kepuasan masyarakat atas pelayanan pemerintah, keempat harus berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan,” ungkap Sumasna.

Ia menjelaskan, untuk wilayah Pendidikan dan Kebudayaan pelayanan sebelumnya yang ada laporan mis antara pemerintah kabupaten dan pusat sehingga APBD kita tercantum sangat rendah, “Tercatat APBD hanya 0,7 dan itu harus menjadi pemicu untuk memperbaikinya kedepan. jadi PR nya harus melakuan perbaikan, jangan sampai data beda jauh dengan realnya dilapangan, apalagi sekarang harus ada penyesuaian yang asalhnya pelayanannya ada di Disbudparpora jadi di Disdikbud,” jelasnya.

Pada hari kedua para peserta mendapat arahan dari Plt. Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih, Kepal bappeda Prov. Jabar, BP4D Kab. Subang, dan Wakol Rektor ITB DR. Miming Miharja sebagai pemaparan dari pihak akademisi.

Plt. Bupati Hj. Imas Aryumningsih mengamanatkan selain harus memenuhi 4 syarat yang telah disampaikan pada Musrenbang hari pertama, ia juga mengajak untuk senantiasa bersyukur mendapatkan proyek tingkat nasional yaitu pembangunan pelabuhan dan waduk.

“Kedua proyek besar dan strategis, akan berdampak pada pembangunan perekonomian, perkembangan industri dan tentunya membuka lapangan kerja, sehingga Subang akan lebih maju,” ungkapnya saat membuka acara di Aula Setda Subang, Kamis (9/3).

Tidak hanya itu ia juga mengamanatkan kepada seluruh Camat, Kepala Desa dan semuanya agar selalu siaga dan cepat tanggap situasi dan kejadian diwilayah masing-maing dengan cuaca yang sedang ekstrrim saat ini dan meningkatkan kewaspadaan apa yang terjadi didaerah masing-masing sejak dini.

“Kita harus siap dalam memberikan pelayanan dan kesiagaan apalagi bantuan untuk  korban bencana, dan semoga Subang meridoi apa yang kita rencanakan,” jelasnya.

Sementara itu Sambuatan Gubernur Jawa Barat yang disampaikan oleh Kepala BKPP (Badan Kepegawaian, Penidikan dan Pelatihan) wilayah II Purwakarta Toto Muhammad Toha,  menyampaikan bahwa  rangkaian penyelenggaraan musrenbang berbeda dari tahun sebelumnya,  “Sekarang diawali dengan pembukaan Musrenbang untuk dilakasanakan di Jawa Barat dan Kebupaten masing-masing, dari mulai musyawarah, musrenbang virtual dan nanti puncaknya adalah musernbang tingkat provinsi,” ucapnya.

Gubernur menghimbau perlu adanya sinkronisasi antar Pemkab dan Pemprov, agar agar pencapaian dan pewujudan program semuanya berhasil terlaksanakan, “Standar pembangungan di Jawa Barat pada tahun 2018 adalah percepatan pembangunan manusia bagi upaya peningkatan daya saing menuju kemandirian masyarakat,” tutup Toto. Red/Hum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here