oleh

GM KPKS Produksi Benih Jagung Hibrida Guna Tingkatkan Performance PT SHS Sukamandi

PANTURA-SUBANG, (PERAK). – Tanaman Holtikultura Benih Jagung Hibrida, Varietas Bima 10, Betina (N153) perkawinan Jantan (MR 15) MT 2018, ditanam dan di produksi di lahan Blok AY. 1, Kantor Produksi Kebun Sukamandi (KPKS) – Unit Bisnis Regional (UBR) 1 PT Sang Hyang Seri (SHS) Sukamandi.

banner 728x90

Hari Rabu (31/10/18) pagi, setelah di uji mutunya dan mendapat sertifikat lulus uji benih oleh Tim Uji Benih BPSB Provinsi Jawa Barat (Provinsi Jabar), kebun jagung seluas 1,2 Ha mulai dipanen oleh sejumlah lebih kurang 200 orang Karyawan PT SHS (KPKS dan UBR 1 Sukamandi) secara bergotong royong yang dikomandoi oleh GM KPKS, Ahmad Yani.

Pada briefing sebelum memanen benih jagung tersebut, dalam sambutannya, Yani mengatakan, “Dengan membaca bismilahirohmannirohim, mari kita panen jagung hibrida Bima 10, stagnasi diatas 2,7 Ton per Hektare,” ucapnya.

Selain mengucapkan basmalah, Yani juga mengajak seluruh karyawan yang hadir, untuk berdo’a bersama, “Semoga panen benih jagung ini bermanfa’at untuk bangsa, negara dan agama, khususnya untuk kita semua,” harapnya, sambil menyuarakan yel – yel, (Semangat pagi, SHS Kompak Cepat Cerdas).

Disela memanen jagung, Yani menjelaskan, “Panen tanaman jagung ini hasil perkawinan, setelah diproses akan jadi jagung hibrida, buahnya bisa satu juga bisa dua per pohon, rata-rata dua, tinggi pohonnya bisa lebih 2 Meter, harga benih jagung saat ini Rp40. 000,-. Untuk konsumsi, hasil panen jagung ini bisa mencapai 11,3 Ton per hektare,” ujarnya menjelaskan.

Lanjutnya, “Jagung ditanam oleh karyawan SHS, diatas lahan seluas 2 Hektare (Ha) bekas bangunan perumahan perusahaan BUMN tersebut, sebagai uji coba dan faktanya kini berhasil, atas hasil sertifikasi dari BPSB Jabar. Bahkan Breeder Jagung Sulawesi Selatan, Pak Andi juga sudah turun ke sini,” terangnya.

Kedepan tahun 2019, Yani berharap,” Sejengkal lahanpun jangan ada yang mangkrak, dari ribuan hektare areal pertanian SHS Sukamandi ini, 10 hektare akan digunakan untuk tanaman holtikultura, khususnya benih jagung, untuk meningkatkan target produksi benih jagung nasional, selain benih padi. Perlu diketahui juga, bahwa kita senilai Rp60 Miliar selalu jualan jagung orang lain, kedepan kita tidak usah jualan jagung orang lain lagi,” ungkapnya.

Lanjut Yani mengatakan,”Kegiatan ini dilakukan bukan karena Dirut kita yang baru, tapi saya lakukan sebagai bentuk motivasi kepada seluruh karyawan SHS, agar performance SHS bisa meningkat, aset diberdayakan, manusia juga diberdayakan, untuk perubahan SHS lebih baik,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, selain GM UBR 1 Sukamandi PT SHS, Ateng Sudrajat beserta seluruh bawahannya, juga turut hadir Koordinator Komunitas GOES, Sesa. (Hendra/Anen)

Berita Lainnya