PERAKNEW.com – Ruat bumi atau biasa disebut hajat wawar atau hajat lembur, biasa dilaksanakan oleh Kasepuhan terdahulu yang merupakan tanda syukur kehadirat Allah SWT atas pemberian keberkahan terhadap kampung atau lembur dengan hasil panen buminya.
Selain itu, kerukunan dan kegotongroyongan juga yang telah terbina sejak dulu, maka para orangtua terdahulu yang di sebut leluhur mengadakan hajat lembur atau ruat bumi agar selain tanda syukur terhadap sang Maha pencipta juga memohon agar terhindar dari musibah dan bencana.
Ruat bumi ini juga mewujudkan adanya kebersamaan dan kegotongroyongan antar warga yang masih di pegang dengan baik. Kegiatan ruat lembur tersebut terlaksana atas gabungan tiga Rukun Warga/RW, yaitu RW 03, RW 17 dan RW 20 Kelurahan Dangdeur.
Setelah pelaksanaan ruat bumi itu, hari berikutnya dilaksanakan parade atau pawai/karnaval yang di buka oleh Bunda Hajah Elita Anggota DPR RI.
Baca Juga : SMKN 4 Garut Miliki 18 Bidang Extra Kurikuler
Spesialnya lagi, acara tersebut dihadiri oleh istri Bupati Subang, Lurah Dangdeur, Irfan dan Camat Subang, Sholih dan para pejabat lainnya seperti kepala Puskesmas Sukarajayu dr Pebriano.
Karnaval tersebut mengelilingi seputar lingkungan tiga RW dengan memamerkan hasil palawija juga berbagai macam kreasi seni budaya dan pakaian adat juga berbagai kendaraan hias turut memeriahkan acara karnaval tersebut.
Tidak ketinggalan, seni Sisingaan khas Subang yang menjadi ikon Blok Cicadas, sudah menjadi kebiasaan, bahwa hasil palawija ataupun hasil karya yang berbentuk makanan di gantung di depan setiap gang dan setelah ritual ruat bumi selesai, maka makanan dan hasil palawija tersebut dapat di ambil oleh warga siapa saja yang membutuhkan.
Baca Juga : Wali Kota Lubuk Linggau Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator
Kegiatan ruat bumi ini di akhiri dengan mengadakan wayang golek di malam harinya. Dengan dalang Yoga anak dari Almarhum Asep Sunandar Sunarya. Kegiatan tersebut di mulai tanggal 16 sampai dengan tanggal 20 Juli 2025. (Jajat)







