Alfamart Liar Dibangun di Wanajaya

oleh


TAMBAKDAHAN-SUBANG, (PERAKNEW).- Puluhan Pedagang klontongan di Desa Wanajaya Kecamatan Tambakdahan menjerit akhir akhir ini karena keberadaan bangunan AlfaMart di Desa Wanajaya.

Para pedagang pun menggelar aksi penolakan (10/2/2017) dengan mengumpulkan tanda tangan untuk seluruh pedagang klontongan samping kiri dan kanan, termasuk tetangga desa yakni Desa Tanjungrasa yang kena dampaknya juga jika AlfaMart itu benar-benar dioperasionalkan.

Kades Tanjungrasa, Winanto, juga tidak setuju dengan adanya AlfaMart di Wanajaya. “Karena dampaknya ke Tanjungrasa juga sih,” ujarnya saat Perak konfirmasi.
Salah satu pedagang, Ifan, juga mengungkapkan kekesalannya, “Bilamana pemerintah desa memaksakan kehendak, maka makin susah dan terpuruklah kehidupan pedagang kecil, seperti kami ini, “ ungkapnya mengeluh.

Iim, rekan Ifan, sebagai perwakilan pedagang kelontongan juga meminta Wakil Rakyat DPRD Subang dan aparat terkait termasuk Ibu Plt. Bupati sebelum membuat regulasi untuk survey ke lapangan, jangan hanya duduk manis diruang berAc saja.

“Harus survey ke lapangan dong, bila dipaksakan, yang merugi juga pemerintah, karena masyarakat akan menaruh rasa tidak hormat kepada pemerintah.
Iim mengaku sudah menyerahkan bukti tanda tangan penolakan pada bulan Desember dan di sampaikan pihak Kecamatan dan Pol PP.

“Cuman bisa redam satu bulan saja, bulan Januari nya langsung dibangun gedung AlfaMart itu berarti cuman nutupi kemarahan pedagang kecil saja,” ungkapnya.
Bahkan ketika ditanya oleh seorang penggiat pro Rakyat Wanajaya yang tak mau disebutkan namanya menduga kalau Kades Wanajaya, H.Sakim menerima gratifikasi.

“Pak kades kalo mengizinkan ada bangunan AlfaMart berarti pak kades kena Gratifikasi dong, jawabnya dengan tegas “saya sudah bilang cuman isin ning besan,” katanya.

Dan ketika Perak menyambangi Camat Tambakdahan Asep Rudi di ruangannya, bahwa beliau hanya merekomendasikan  bangunan AlfaMart di Wanajaya, karena sudah ada ijin penduduk sekitar, padahal yang jelas para pedagang kecil klontongan menolak keras adanya  bangunan tersebut.

Sikap tegas juga disampaikan oleh Iim Perwakilan Pedagang Klontongan  namun dirinya  siap mempertaruhkan suaranya, demi membela rekan-rekan seperjuangan pedagang klontongan se-Wanajaya dan Tanjungrasa.

“Saya akan berjuang, agar AlfaMart jangan dulu dibuka. Kalau dipaksakan juga, terpaksa masyarakat akan terus berteriak lantang, lihat saja nanti,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt. Bupati Imas Aryumningsih ketika ditemui dirumah dinasnya beberapa awaktu lalu menegaskan akan membongkar bangunana Waralaba tak berizin dan tidak akan mengeluarkan Peraturan Bupati untuk Perda perubahan tentang Waralaba. Atang.S
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *