PERAKNEW.com — Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Polewali Mandar menyoroti pesatnya pertumbuhan gerai ritel modern seperti Alfamart dan Alfamidi yang dinilai perlu segera dievaluasi oleh pemerintah daerah.
Dalam rapat fraksi, perwakilan NasDem menyampaikan bahwa jumlah gerai ritel modern di Polewali Mandar kini telah mencapai puluhan unit dan bahkan mulai merambah hingga ke wilayah pedesaan.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengancam keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat lokal, “Jika tidak dikendalikan, menjamurnya ritel modern bisa membuat UMKM tergerus bahkan mati suri,” ujar Syarifuddin perwakilan fraksi (31/3/26)
Fraksi NasDem pun meminta pemerintah daerah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk meninjau kembali kebijakan penerbitan izin usaha, termasuk Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) bagi ritel modern.
Selain itu, mereka juga mempertanyakan kontribusi nyata dari keberadaan ritel modern terhadap daerah, baik dari sisi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun dalam pemberdayaan masyarakat setempat.
Tak hanya soal ritel, Fraksi NasDem juga menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjelang Idulfitri. Mereka mendesak pihak terkait agar segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan distribusi energi di tengah masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Fraksi NasDem memastikan akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama instansi terkait. RDP tersebut bertujuan untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul, termasuk penataan ritel modern serta menjaga stabilitas pasokan energi di Kabupaten Polewali Mandar. (Sbr)






