oleh

Tolak Tiga Periode hingga Turunkan Jokowi
BEM- SI Geruduk Istana

JAKARTA, (PERAKNEW).- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) menggelar aksi demo di seputaran Patung Kuda Kawasan Arjuna Wijaya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat dan sempat merangsek maju kea rah Istana pada Hari Senin, 28 Maret 2022.

Berikut ini sejumlah tuntutannya, yang pertama, mereka Menuntut pemerintah untuk bersikap tegas menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 (Tiga) periode, karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara, kedua, Menuntut pemerintah untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial, ekologi, politik, ekonomi dan kebencanaan.

Tuntutan ketiga, Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya, keempat, Mendesak dan menuntut Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait, kelima Menuntut Jokowi untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Indonesia dan terakhir, Menuntut serta mendesak pemerintah untuk berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya.

Demo mahasiswa ini dilakukan sepanjang siang sampai sore, yang mulai berdatangan sekitar pukul 12.00 WIB berkumpul disekitar sekitar Patung Kuda kawasan Monas.

Sebelum mahasiswa membubarkan diri, akhirnya pihak Istana ke luar dan menemui masa aksi sesuai permintaan mahasiswa.

Sementara itu di media social twitter, demo mahasiswa ini mendapat dukungan banyak netizen. Bahkan dengan harapan lebih jauh lagi, misalnya mampu menurunkan Presiden Jokowi sebelum Pemilu 2024.

Tagar (#) Mahasiswa Melawan menjadi trending, masuk dalam lima besar topic utama dan berada pada posisi ke empat, setelah topic “Will Smith” dalam helatan Piala Oscar. Tagar Mahasiswa Melawan terus bertahan dengan cuitan hingga pukul 22.20 WIB mencapai 16,7 ribu cuitan.

Mahasiswa juga sempat membuat aksi blokade di Jalan Medan Merdeka Barat, sebelum merangsek mendekati Istana. Upaya polisi menahan rangsekan mahasiswa ini dengan seruan-seruan persuasif melalui pengeras suara.

Selain itu, polisi juga membuat blokade dan memasang kawat berduri sebagai pembatas agar demonstran tidak terlalu mendekat ke istana. Di sisi lain terlihat berbagai rantis (kendaraan taktis) disiagakan di sekitar kawasan tersebut.

Ditempat terpisah, menanggapi pernyataan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) kubu Surtawijaya yang mendukung Jokowi 3 (tiga) periode, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar Baharuddin menyebut, Apdesi pendukung Jokowi tiga periode tidak berbadan hukum.

Dia menyebut, ada dua organisasi masyarakat bernama Apdesi, satu berbadan hukum, sementara satu lainnya merupakan ormas tak berbadan hukum.

“Satu berbadan hukum, dan satu lagi ormas tak berbadan hukum terdaftar di Kemendagri, Apdesi yang kemarin [deklarasi Jokowi 3 Periode] itu tidak berbadan hukum,” kata Bahtiar seperti dilansir IDN Times, Kamis (31/3/2022).

Sementara itu, Ketua Umum DPP Apdesi, Arifin Abdul Majid mengaku geram dengan pencatutan organisasinya untuk menggalang dukungan Jokowi 3 periode. Ia pun meminta aparat kepolisian mengusut dalang intelektual dibalik insiden yanag melibatkan anggotanya.

“Meminta kepada kepolisian RI mengungkap aktor intelektual yang telah menggiring isu seolah-olah seluruh anggota Apdesi masuk mendukung perpanjangan masa jabatan presiden,” kata Arifin dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (31/3/2022).

Arifin menilai insiden di Istora Senayan itu telah mencemarkan nama baik Presiden Joko Widodo. Ia mengatakan bahwa Jokowi seolah-olah menghadiri acara yang menginginkan presiden menjabat lagi. (Red)

 

Facebook Comments

Berita Lainnya