Tim Jejak Abah Betmen Kunjungi Mak Isem, Lansia Sebatang Kara yang Berharap Rumahnya Dibangun Kembali

BERITA UTAMA3,633 views

PERAKNEW.com – Kisah pilu dialami Mak Isem, seorang lansia yang hidup sebatang kara di Dusun Sukajaya RT 003/RW 005, Desa Pamanukan, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang. Di usianya yang semakin senja, Mak Isem harus menghadapi kerasnya kehidupan seorang diri setelah rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh roboh dan tak lagi bisa ditempati.

Akibat kondisi tersebut, Mak Isem kini terpaksa tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana dengan biaya sewa Rp400 ribu per bulan. Beban hidupnya semakin berat, karena untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun ia hanya mengandalkan belas kasih warga sekitar yang peduli terhadap kondisinya.

Mendengar kabar tersebut, Tim Jejak Abah Betmen langsung bergerak mengunjungi kediaman sementara Mak Isem pada malam hari, untuk memastikan kondisi yang sebenarnya, “Mendengar info tersebut, Abah malam-malam langsung cek ke lokasi rumahnya Mak Isem. Informasinya, Mak Isem sudah lama mendapatkan bantuan Rutilahu dari dana desa, tetapi faktanya sampai hari ini rumahnya belum juga dibangunkan. Mudah-mudahan ada pihak-pihak yang mau membantu membangunkan rumahnya,” ujar Abah Betmen saat meninjau lokasi.

Menurut Abah Betmen, kondisi Mak Isem sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian bersama. Dulu, Mak Isem masih mampu berkeliling mencari barang-barang rongsokan untuk dijual demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun kini, kondisi fisiknya sudah tidak lagi memungkinkan untuk bekerja. Tubuhnya yang semakin lemah membuatnya hanya bisa pasrah menjalani hari-hari dengan segala keterbatasan.

Melihat kenyataan tersebut, Abah Betmen mengajak para donatur, relawan dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian sosial untuk bergotong royong membantu mewujudkan rumah layak huni bagi Mak Isem, “Abah mengajak teman-teman para donatur, yuk kita bangun bareng-bareng rumahnya Mak Isem. Karena Mak Isem sudah tidak bisa berdaya. Sekali lagi Abah mengajak siapa pun yang tergerak hatinya, termasuk para pejabat di Kabupaten Subang, yuk kita bangun rumahnya Mak Isem agar beliau bisa hidup lebih tenang dan layak,” kata Abah Betmen.

Di tengah keterbatasan yang dihadapi, Mak Isem hanya memiliki satu harapan sederhana, yakni memiliki kembali rumah yang layak untuk ditempati. Baginya, rumah bukan hanya tempat berlindung dari panas dan hujan, tetapi juga harapan agar masa tuanya dapat dijalani tanpa beban dan rasa khawatir.

Kisah Mak Isem menjadi pengingat, bahwa masih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan dan kepedulian bersama. Semoga kepedulian berbagai pihak dapat menjadi jalan bagi terwujudnya impian sederhana seorang lansia yang hanya ingin memiliki tempat tinggal yang aman dan layak di sisa usianya. (HenGun)