Puluhan Ribu Ha Sawah Legonkulon Terancam Kekeringan

oleh -36 views

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Masyarakat Petani Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang merasa gelisa, lantaran sudah saatnya turun ke sawah untuk bercocok tanam padi, namun air di setiap saluran irigasi masih kering. Ironi, di Kec. Binong dan Kec. Tambakdahan petani tidak mengalami kekurangan air yang signifikan, padahal saluran irigasinya sama.

received_2334634699959309.jpeg

Atas kejadian itu, Selasa 9 Juli 2019, Masyarakat Petani Legonkulon mengadakan rapat yang dihadiri oleh Camat Legonkulon, Drs. Bambang Edi Purwanto, Sekmat Legonkulon, Edi Gunaedi, Kapolsek Legonkulon, Iptu Aan Sukana, Danramil dan para kades, berikut masyarakatnya juga turut hadir dan Asmen Citarum Timur, Wahyu dan Heri turut hadir.

Dalam paparanya, Asmen Heri dan Wahyu mengatakan, bahwa untuk persediaan air dari sumber air mencapai 52,5 meter kubik.
Kec. Binong sampai Legonkulon, debit air yang tersedia 3,7 meter kubik, bahkan sudah mencapai Kec. Tambakdahan air masih tersedia 2,5 meter kubik.

Namun paparannya itu, dibantah keras oleh seluruh warga petani yang hadir, karena pada kenyataanya masyarakat petani Legonkulon, setiap musim kemarau tidak kebagian air.

Seperti yang ditegaskan Ketua APDESI Legonkulon/ Kades Tegalurung, “Sebenarnya air untuk petani legonkulon itu ada atau tidak ada?,” tanyanya terhadap Asmen Citarum Timur. Tim Asmen menjawab, akan berusaha mengalirkan air untuk petani Legonkulon pada Hari Kamis, Jum’at, Sabtu dan Minggu pada Bulan Juli ini dan untuk kedepannya, Asmen akan membuat Rencana Tata Tanam Golongan (RTTG). Apabila petani tidak mematuhi, maka akan kena sanksi.

Wahyu menambahkan, pihaknya akan meningkatkan debit air yang semula 3,7 meter kubik menjadi 5,2 meter kubik untuk petani Legonkulon.
Sementara, Camat Legonkulon menerangkan kepada Perak, bahwa luas pesawahan petani di wilayahnya mencapai 2.626 Hektar dengan titik berjauhan. (Atang S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *