Pengeringan Irigasi Siring Agung Akhirnya Dilaksanakan

Sumatera Selatan3,915 views

MUSI RAWAS-SUMSEL, (PERAKNEW).- Baru diwujudkan  Setelah mengalami penundaan beberapa bulan lalu, disebabkan adanya tuntutan sebagian masyarakat, akhirnya Pengeringan Daerah Irigasi (D.I) Kelingi Wilayah Tugu Mulyo resmi dilaksanakan atau lebih dikenal Siring Agung, tepat pukul 00:00 WIB. Kamis, (16/09/2021).

Sesuai jadwal, tanggal 16 September 2021 pukul 00.00 WIB, Asisten II Setda Kabupaten Musi Rawas, Ir. H.Aidil Rusmam, M.M., secara simbolis melakukan penutupan, yang juga dihadiri oleh Grifin Hendry, S.T., yang merupakan pelaksana teknik Irawa II, didampingi Nuzlan Amin, beserta team yang lainnya. 

Sementara itu, untuk jadwal yang sudah disosialisasikan kepada petani, yaitu 1. Pengeringan Tahap I pada tanggal 16 September 2021 s.d 15 Januari 2022 (Bulan), 2. Pengaliran pada tanggal 16 Januari 2022 sampai dengan 31 April 2022 (3,5 Bulan), 3. Pengeringan Tahap ll pada tanggal 01 Mei s.d 31 Oktober 2022 (6 Bulan).

Kondisi saluran D.I Kelingi Tugumulyo setelah dilakukan pengeringan, seperti dikhabarkan sebelumnya, Pengeringan Daerah Irigasi Kelingi Tugu Mulyo bertujuan untuk direhab, karena usianya sudah cukup tua dan butuh perbaikan, terutama usulan dan laporan dari masyarakat Siring Agung yang hampir jebol memotong jalan arah ke kenanga 2  tepa nya di Kelurahan Siring Agung. 

Dijadwalkan pada 1 September 2021 yang lalu, namun ditunda hingga 15 September 2021, “Pengeringan diundur hingga 15 hari ke depan yakni tanggal 16 September karena adanya tuntutan dari masyarakat”, ujar Kepala Satker Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VIII, Safyudin usai audensi dengan Wali Kota Lubuk Linggau baru-baru ini.

Perehaban Irigasi Siring Agung akan dimakan waktu yang cukup lama hingga 450 Hari dan di laksanakan oleh PT KARYA TAMA SAVIERA dengan anggaran 28,995.561.167 Tahun 2021–2022.

Dijelaskannnya, salah satu tujuan utama dari pengeringan itu adalah selain perbaikan dan pengerukan irigasi, juga untuk mewajibkan pemilik kolam untuk memohon pemanfaatan saluran irigasi kembali ke asal, sehingga yang selama belum  mendapatkan air bisa mendapatkannya.

Sementara, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VIII, Maryadi Utama, S.T., M.Si., melalui Grifin Hendry, ST,  yang merupakan pelaksana teknik Irawa II,  menyampaikan, “Bahwasanya pada malam ini untuk tahap pertama sudah kami lakukan untuk pengeringannya dan alhamdulilah tidak ada halangan apapun,” ujar Nuzlan Amin disela-sela kesibukannya.

Lebih lanjut, diketahuinya, “Dampak pengeringan pihak pertanian Musi Rawas Memberikan bibit jagung untuk lahan seluas 8.000 hektar,” ringkas Aan. (Haris/Rls)