HUT Kemerdekaan di Subang

HUT Kemerdekaan di SubangMiris! Rayakan HUT Kemerdekaan Bangsanya yang Kaya Minta Sumbangan di Jalanan

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Untuk membuktikan, bahwa mereka adalah anak bangsa yang berjiwa nasionalisme yang pantang baginya melupakan sejarah, melupakan jasa The Founding Fathers atau bapak bangsa julukan bagi orang-orang tokoh Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa asing, setiap satu tahun sekali di setiap kampung se- Indonesia, para anak bangsa tanpa ada rasa ragu, maju terus, pantang menyerah menjiwai jiwa para proklamtor bangsa demi terlaksananya acara perayaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta yang jatuh pada Tanggal 17 Agustus 1945.

Namun ada yang janggal dalam tahapan pengumpulan biaya perayaan kemerdekaan yang kerap setiap tahunnya ketika akan melaksanakan kegiatan perayaan memperingati hari kemerdekaan bangsa yang kaya ini, tentu sebaliknya, mereka nampak miskin dan terkesan tidak mampu di negeri sendiri melakukannya. Betapa tidak, khususnya di Kabupaten Subang, mereka harus meminta-minta uang sumbangan di jalanan kepada pengendara yang melintasi jalan di mana mereka tinggal dan bahkan memintai sumbangan dari rumah ke rumah warga di lingkungan kampungnya demi terlaksananya hajat bangsa setiap satu tahun sekali.

Penting bagi kita semua yang merasa anak Bangsa Indonesia, khusunya para pejabat pemerintahan Kab. Subang yang diberi kewenangan oleh rakyat dan dimerdekakan oleh para bapak bangsa untuk memperhatikan dan menuntaskan masalah ini. Betapa tidak, hal itu sudah bukan merupakan rahasia umum lagi. Miris jika terus-menerus hanya diperhatikan tanpa ada penyelesaian, serta perencanaan anggaran untuk membiayainya.

Berikut ini beberapa kelompok anak muda yang rutin setiap tahunnya merayakan HUT Kemerdekaan Bangsa Indonesia di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kab. Subang mengungkapkan, “Setiap tahun kami selalu merayakan HUT Kemerdekaan Bangsa Indonesia tercinta ini, selain itu, bertujuan pula mengenang jasa para pejuang yang sudah memerdekakan negeri ini. Untuk biaya, tidak ada bantuan dari pemerintah setiap tahunnya, padahal kegiatan ini wajib dilakukan oleh semua warga Indonesia, ya kalau pemerintah mampu membiayai perayaan kemerdekaan setiap tahun ke setiap kampung, paling hanya tiga sampai lima jutaan itu sudah pasti meriah dan kami tidak usah lagi minta-minta dijalanan mengganggu perjalanan yang berkendara,” ungkap mereka.

Menyikapi masalah serius itu, Ketua Forum Anak Jalanan (FORAJAL) Hendra Sunjaya menjelaskan, “Undang-undang di negara ini dibuat karena ada sebab dan akibat, begitupun realisasi anggaran pemerintah yang kini terus digelontorkan milyaran rupiah ke seluruh desa se- Indonesia, untuk pencairannya juga ada perencanaan dan perencanaan itu sudah barang tentu ada sebab dan akibat sesuai kebutuhan rakyat. Sementara, rakyat setiap kampung selalu aktiv peringati HUT Kemerdekaan juga sesuatu yang penting untuk direncanakan dan dibiayai.

“Kenapa tidak, sedikit disisihkan anggaran yang turun ke desa untuk membiayai kegiatan dimaksud ke setiap kampung, jangan hanya ditingkat pemerintahan saja yang dibiayai untuk kegiatan wajib itu, rakyat kampung juga berhak merasakan perayaan kemerdekaan bangsanya,” jelas Hendra disela sedang memimpin rapat perencanaan kegiatan peringatan HUT Bangsa Indonesia yang ke- 72 di Dusun Margaluyu Timur dan Kaliaren, Desa Sukamandijaya, Kec. Ciasem, Kab. Subang, Sabtu (29/7/17).

(Rohman/Anen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here