oleh

Maski Jadi Korban Pembacokan, Kades Mundusari Ikhlas dan Minta Polisi Bebaskan Pelaku

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Sungguh mulia sifat Kepala Desa Mundusari, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Ukir Syamsudin yang mengalami nasib nahas, karena dibacok menggunakan golok oleh warganya sendiri, bernama Dudi Siswadi Bin Oyod (43), Kamis (8/2/18), sekira pukul 22:00 WIB dirumahnya.

Ukir yang baru pulang usai mengontrol keadaan wilayah di desanya, sesampainya di rumah, tiba-tiba diserang oleh Dudi dan mengalami luka serius/parah ditangan kirinya, karena menangkis sabetan golok pelaku. Namun, ironisnya pelaku terkesan merasa tidak bersalah, setelah membacok korban, langsung meninggalkan korban begitu saja dalam keadaan bersimbah darah dan kades korban tersebut membiarkan pelaku pulang ke rumahnya, serta melarang warganya untuk main hakim sendiri.

Saat ditemui Perak di kediamannya, Selasa (13/2/18), Kades Mundusari, Ukir mengungkapkan, bahwa kejadian nahas yang menimpanya itu dimalam hari, tangan kirinya mengalami luka parah, hingga dijahit sebanyak 24 jahitan.

Atas kejadian itu, Ukir tetap bersikap baik, melainkan malah memohon kepada pihak Polsek Pusakanagara, agar tersangka dibebaskan, dengan alasan, bahwa tersangka mengalami depresi berat, terkesan tidak waras pada malam kejadian. Namun, permohonan Ukir tidak dikabulkan dan Polsek Pusakanagara tetap melanjutkan perkaranya dan melimpahkan ke Polres Subang untuk menjalani hukuman atas perbuatanya.

Atas perbuatannya, kini Dudi harus mendekam dipenjara dan terancam dengan pasal berlapis, pasal 355 KUHPidana tentang penganiayaan berat yang direncanakan terlebih dahulu dengan kurungan penjara 12 tahun atau bisa dikenakan UU darurat nomer 12 tahun 1951, pasal 2 ayat 1, bahwa barang siapa dengan sengaja  membawa senjata tajam untuk berjaga-jaga dalam perjalanan, maka diancam  pidana penjara 10 tahun. Atang S

Berita Lainnya