PERAKNEW.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap penonaktifan ribuan kepesertaan BPJS Kesehatan, khususnya kategori Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), yang dinilai berpotensi menghambat akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Meski diguyur hujan, massa aksi tetap bertahan menyampaikan orasi di ruas jalan trans Sulawesi. Mereka mendesak pemerintah daerah bersama DPRD Polewali Mandar memberikan penjelasan terbuka sekaligus solusi konkret atas persoalan tersebut.

Salah seorang orator, Dani menyebutkan, bahwa penonaktifan kepesertaan BPJS terjadi secara nasional, Ia mengungkapkan, sekitar 11 juta peserta BPJS PBI JK dinonaktifkan pada Januari lalu, “Untuk Kabupaten Polewali Mandar sendiri terdapat sekitar 12 ribu kepesertaan yang dinonaktifkan. Ini tentu berdampak besar bagi masyarakat miskin,” ujarnya.(16/3/26).
Dani juga merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 23,36 juta jiwa.
Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi memperbesar kerentanan kelompok masyarakat yang sangat bergantung pada jaminan kesehatan dari pemerintah.
Usai berorasi, massa aksi melanjutkan unjuk rasa ke Gedung DPRD Polewali Mandar dengan harapan dapat bertemu langsung dengan para wakil rakyat.

Namun, Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly tidak dapat hadir secara langsung dan menyapa mahasiswa melalui sambungan video call. Dalam dialog tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Fahry menegaskan, DPRD akan menindaklanjuti aspirasi tersebut, dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Ia juga berjanji pembahasan lebih lanjut akan dilakukan setelah masa libur Hari Raya Idul Fitri,
“Sekitar satu minggu setelah Lebaran, kami akan menindaklanjuti persoalan ini secara serius agar ditemukan solusi terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Setelah menyampaikan tuntutan, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Demonstrasi berlangsung aman di bawah pengawalan aparat keamanan. (Sbr)






