oleh

Kunker Mentan Ke Desa Kiarajangkung, Berjanji Tambahkan Bantuan 2 Juta Ekor Ayam Dan Launching Santri Tani Milenial Untuk Jabar

TASIKMALAYA, (PERAK).- Kunjungan kerja Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia DR. H. Andi Amran Sulaeman MP ke Desa Kiarajangkung yang bertempat di lapang Desa Kiarajangkung Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat, Jum’at (11/01/2019).

Andi Amran dalam kunjungannya di dampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum SE dengan menggunakan pesawat Helikopter yang mendarat di lapang sepak bola Desa Kudadepa dan langsung di sambut oleh kepala Desa Kudadepa Yeni Nurmala juga Mupida Kabupaten Tasikmalaya serta masyarakat yang sudah lama menunggu kedatangan Mentan.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dinas pertanian Provinsi Jabar, Kabupaten Tasikmalaya, Camat, BPP, PPL, TKSK, Kepala desa, TKSD, Kelompok tani, dan RTM penerima manfaat program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKRJA) Kabupaten Tasikmalaya.

Sudah selama 6 bulan masyarakat (Rumah tangga miskin) sudah menerima bantuan ayam sebayak 50 ekor dan Alhamdulillah sudah memproduksi (Menghasilkan) telur, bebas dari kemiskinan dengan adanya Program BEKERJA Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera penghasilanya naik. ujar Andi Amran padasaat melaksanakan panen telur ayam di kandang milik Ny. Cicih Kampung Sirnamanah Rt 02/05 Desa Kiarajangkung.

“Intinya kesejahtraan masyarakat meningkat, gizi, protein untuk masyarakat desa, anak cucu kita bisa sekolah dan bisa nantinya menjadi konglemerat atau pejabat negara. Aku hanya di perintah oleh Presiden Jokowi melihat masyarakat, apakah sudah berhasil? katanya.

Andi megaskan, bahwa setiap RTM menerima bantuan 50 ekor ayam kampung mereka bisa tetaskan sendiri kemudian biasa di jual kepada mayarakat sehingga itu bergulir terus jadi protein kita dan bagaimana mencintai produk dalam negri serta menkonsumsi telur, bayi, balita generasi muda ini tambah cerdas.

“Tahun lalu, sebayak 10 jt ayam dan do’akan, kami anggarkan lagi 20 jt di tahun ini dengan anggaranya sekitar 3 sampai 4 triliun, tahun sebelumnya kurang lebih 2 triliun. itu lah bukti bagaimana Presiden Jokowi berpihak kepada rakyat kecil. tandasnya.

Khusus untuk Jawa Barat lanjut Andi, do’akan minimal tahun ini Inssalloh sampai 3 juta ekor mungkin sampai 15 Kabupaten. pungkasnya.

Nya Cicih (Penerima manfaat Program BEKERJA) mengaku senang menerima bantuan tersebut sehingga meningkat pendapatanya kerena telur yang di hasilkan itu di jual juga di makan oleh anak dan keluarganya.

Uu Ruzhanul Ulum di tempat yang sama menyampaikan, bahwa dengan adanya Program Bekerja intinya program Provisi Jawa Barat dalam rangka mengentaskan kemiskinan terbantu juga oleh pemerintah pusat jadi dayung bersambut. Kami punya program dan pemerintah pusat juga punya program jadi merasa ringan pemimpin di Jawa Barat untuk meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat.

“Kemudian begini, jadi seorang pemimpin berkewajiban di antaranya mensejahtrakan masyarakat, gagal jadi pemimpin sakit hati tapi jadi pemimpin yang gagal akan lebih sakit hati. imbuhnya.

Apa pemimpin yang gagal? lanjut Uu, adalah pemimpin yang tidak bisa mensejahtrakan masyarakat jadi sudah bisa terbantu oleh karena itu, Saya sebagai pemimpin mengucapkan terimakasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberikan solusi tentang kemiskinan di Jawa Barat. pungkasnya.

Kemudian Menteri Pertanian RI DR. H. Andi Amran Sulaeman MP dalam smbutanya menyampaikan, bahwa datang kesini adalah ingin meyakinkan pada diri kami. Apakah bantuan ayam 6 bulan yang lalu sudah bertelor? Alhamdulillah kita tadi panen telor ternyata masyarakat Kabupaten Tasikmalaya orang hebat, orang baik-baik kalau di percayakan sesuatu dia amanah dan luar biasa, Inssaalloh bantuanya akan Aku tambah kembali.

“Khusus untuk Jawa Barat kami tambahkan minimal 2 juta ekor tahun ini, di bagikan kepada masyarakat yang miskin, masyarakat yang tidak mampu sehingga pendapatannya bisa naik sehingga sampai 4 juta perbulan. paparnya.

Atas perintah Presiden Jokowi terang Andi, kami menurunkan selama 4 tahun dan di tahun ke 5 sekarang ini kurang lebih sekitar 8 sampai denga 10 triliun hanya untuk Jawa Barat dari sektor pertanian.

“Kenapa dalam Kunjungan kerjanya saat ini tidak memakai MC? Biaya untuk MC sudah kami ambil, biaya beli mobil kami tarik, biaya perjalanan dinas kami ambil, kemudian biaya seminar kami ambil kemudian di belikan ayam untuk petani-petani karena mereka lebih butuh daripada kita. katanya.

Andi menambahkan, Alhamdulillah bantuan pertanian selama 4 tahun terakhir, kami sangat bangga karena hasil kerja Ibu, Bapak sekalian naik ekspor kita 29 persen pendapatan sektor pertanian menjadi 1400 triliun baru dari APBN.

“Sesuai dengan programnya Wagub tambahkan ayam untuk Tasikmalaya ini, bantuan alat mesin pertanian untuk Tasikmalaya kurang lebih selama 4 tahun 1800 unit, ini terbesar sepanjang sejarah. Ada traktor sampai dilapangan, pompa piser, itu bantuan dari Presiden Republik Indonesia. imbuhnya.

Kemajuan pertanian luar biasa saat ini, ada para Kiyai bantu do’akan kita bahkan kedepan mau launching Santri Tani Milenial. Kami ingin memulai dari Jawa Barat dan ini pertama dalam sejarah, kami masukan dalam juklak pertanian CPCL kelompok tani di tambah di belakangnya Santri Tani Milenial. jelas Andi.

lanjut Andi Amran, dulu negara kita merdeka yang tampil kedepan adalah ulama besar yaitu Jendral Sudirman, itu yang memimpin perang dan Aku tahu daerah Tasikmalaya adalah daerah santri. Tadi malam saya dibisikin Wagub, Pak Menteri bisa tidak bantu para ulama, kiyai dan santri? Aku katakan bisa, jangankan bantuan benih, pupuk dan seterusnya, diri ku saya serahkan demi santri Republik Indonesia.

“Do’akan kami sehat, mungkin 2 minggu kedepan akan launching di satu tempat minta ada perwakilan santri dan Kiyai dari Tasikmalaya dan akan mulai dari Jawa Barat. pungkasnya.

Mentan melalui Dirjen Kementan memberikan bantuan mesin traktor kepada beberapa kelompok tani, benih jagung, penetasan kepada BUMDes dan lain-lainya.

Salah satu diantaranya BUMDes yang menerima bantuan penetasan adalah BUMDes Amanah Desa Kiarajangkung, bantuan penetasan tersebut secara simbolis di terima oleh Endang Sambas.

Kepala Desa Kiarajangkung Asep Wawan S.sos di dampingi oleh ketua BUMDes Amanah Desa Kiarajangkung Endang Sambas di temui di usai acara Kunker Mentan kepada Perak, mengucapkan terimakasih kepada Menteri yang telah hadir dalam acara kunjungan kerjanya juga mengucapkan terimakasih kepada Balitnak yang telah mempasilitasi untuk Program Bekerja dari Jokowi dan mudah-mudahan program yang telah di kucurkan kepada RTM atau KPM (Kelompok Penerima Manfaat) bisa berkembang biak.

“Selanjutnya kami disini akan membingbing membina kelompok-kelompok yang sudah menerima banguan khususnya ayam kampung yang Alhamdulillah padasaat ini sudah memproduksi telur dan kemudian kami juga sudah memproduksi DOC (Anak ayam hasil dari penetasan) serta mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kedepan . imbuhnya.

lanjut, Asep. Bantuan penetasan ke BUMDes dan nanti di kerjasamakan dengan KPM jadi nanti BUMDes menampung telur dari peternak kemudian di tetaskan di BUMDes kalau nanti ada panen raya sebagian telurnya akan di jual. pungkasnya.

Tenaga Kesejahtraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sukahening dan Kepala Seksi Kesejahteraan seabagai Tenaga Kesejahtraan Sosial Desa (TKSD) Kiarajangkung Widiana Saeful (Boy) di hubungi melalui pesan WA kepada Perak, rangkaian kegiatan kunjungan kerja Mentan selain panen telor ayam di lokasi RTM juga gerakan makan rebus telor bersama, memberikan bantuan bibit pohon manggis, pepaya, jagung dan lainnya serta membarikan bantuan mesin traktor kepada kelompok tani dan mesin penetasan kepada BUMDes. Paparnya. (Fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya