oleh

Syukuran Wisuda Tahfidz, Pondok Pesantren Manahijul Huda Gelar Tabligh Akbar Bersama KH Yusup Mansur

TASIKMALAYA, PERAK.- Dalam rangka tasyakur wisuda santri Tahfidz Qur’an dan Mutun tahun ajaran 2017-2018, Pondok Pesantren Manahijul Huda menggelar tabligh akbar dengan mubaligh KH Yusup Mansur pimpinan PPPA Daarul Qur’an, Rabu (16/01/2019), tempat di halaman Pondok Pesantren Manahijul Huda Kampung Tajamaya Desa Sukaraja Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam acara tabligh akbar tersebut dihadiri oleh Muspika Kecamatan Rajapolah, Kepala Desa Sukaraja selaku panitia pelaksana Andi Lala Moch Affandi S.IP, Kepala Desa Sukanagalih Saepudin, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, orang tua siswa/santri dan ribua jemaah pengajian.

Alhamdulillah kegiatan tabligh akbar berjalan dengan lancar, tertib dan sukses juga mustami membludak sekitar 200 jemaah. ujar Andi Lala Moch Affandi S.IP ditemui di lingkungan Pondok Pesantren Manahijul Huda usai acara tabligh akbar kapada Perak.

Kegiatan tabligh akbar terang Andi, di selenggarakan setiap tahun setiap wisuda Tahfidz Qur’an mau pun Tahfidz mutun dan kebetulan pada acara wisuda tahun kemarin beliau (KH Yusup Mansur) tidak ada waktu baru bisa sekarang.

“Berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini, khususnya untuk internal Pondok Pesantren semoga bisa membawa keberkahan, menambah semangat para santri untuk belajar, orang tua para santri mendukung anak-anaknya mondok disini juga menambah semangat para ustadz untuk lebih semangat menagajar. ungkapnya.

Andi menambahkan, tentunya saja ini harapan kami, bisa menjadi tausiyah atau pencerahan bagi umat. Pesantren ini di rintis sejak tahun 2001 dan setiap tahunnya meningkat, Alhamdulillah bisa di dirikannya sekolah tahun 2014 serta sekarang memilik santri sebayak 800 orang. pungkasnya.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh pimpinan Pondok Pesantren Manahijul Huda KH. Falahudin Ahmad Malihudin, acara ini adalah acara pengajian mingguan sekaligus tabligh akbar dengan mengusung tema Pendidikan Pesantren dan Kemandirian Santri.

“Pendidikan Pesantran kami angkat karena pendidikan tertua di Indonesia ini dan santri-santri yang kami didik, bagaimana bisa mandiri di kemudian hari. Hari ini jumlah santri sebayak 800 dan Inddaalloh nanti menjadi 8000 santri, jumlah santri meningkat signifikan dari mulai tahun 2015 setelah berdiri SMP dan SMA, bayak yang minat mondok sambil sekolah. imbuhnya.

  1. Falahudin menambahkan, dalam pendidikan Pondok Pesantren ada dua konsentrasi yaitu, Tahfidz Qur’an dan Tahfidz Mutun, bagaimana anak-anak di didik sebagai ahli Tahfidz yang benar berakhlak yang baik sehingga menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

“Santri yang di wisuda tahun kemaren sebayak 120 santri dan di tahun sekarang kayanya 2 kali lipat, Inssaalloh pada bulan Rajab nanti tanggal 01 Febuari akan di adakan Manah Festival di sini. katanya.

Berharap setelah dilaksanakanya kegiatan tabligh akbar ini lanjut KH. Falahudin, mudah-mudahan umat semakin tergantung kepada Alloh, semakin cinta pengajian dan semoga di tahun politik ini umat jadi bersatu tanpa ada saling jelek menjelekan antar itu dan ini. Pungkasnya. (Fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya