Hadariat Kuncara Zakty: Meski Dekat Media Jangan Berhenti Bertanya

BERITA UTAMA108 views

PERAKNEW.com – Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas, Hadariat Kuncara Zakty mendorong insan media untuk terus aktif bertanya dan bersikap kritis dalam menjalankan fungsi jurnalistik, meski memiliki hubungan yang dekat dengan perusahaan hulu minyak dan gas bumi (Migas).

Pesan tersebut disampaikan Hadariat saat menghadiri kegiatan Media Gathering dan Peningkatan Kapasitas Media PHE OSES yang berlangsung di Pengalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 21–23 September 2026.

Menurut Hadariat, kedekatan antara media dengan perusahaan justru harus menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka.

Namun, hubungan yang baik tersebut tidak boleh membuat wartawan sungkan mengajukan pertanyaan, terutama ketika terdapat informasi yang belum jelas atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut, “Saya berharap teman-teman media jangan pernah berhenti bertanya. Kalau ada hal-hal yang kurang jelas, tanyakan. Kalau ada hal-hal yang kurang tegas, kritis,” ujar Hadariat.

Dia menegaskan, kedekatan antara wartawan dengan jajaran PHE maupun SKK Migas tidak seharusnya mengurangi sikap kritis media, “Jangan sampai kedekatan kita semua atau kedekatan teman-teman dengan teman PHE justru bikin teman-teman ini sungkan untuk bertanya. Jangan!,” tegasnya.

Hadariat mengatakan, industri hulu migas memiliki banyak aspek yang perlu diketahui dan dipahami masyarakat. Karena itu, media memiliki peran penting untuk menjelaskan informasi tersebut secara lebih luas kepada publik.

Menurut dia, masyarakat selama ini lebih banyak mengenal sektor energi dari sisi BBM, listrik maupun harga energi. Padahal, di sektor hulu migas terdapat berbagai proses dan kegiatan yang tidak kalah penting untuk diketahui, “Masih ada eksplorasi, ada produksi, ada pengembangan lapangan, ada teknologi, ada investasi, dan ada banyak hal lainnya yang perlu teman-teman pahami dan kemudian ceritakan kepada masyarakat nantinya,” katanya.

Dia menilai, kegiatan peningkatan kapasitas media menjadi momentum penting untuk memperluas pemahaman wartawan mengenai perkembangan industri hulu migas.

Dalam kegiatan tersebut, SKK Migas juga memberikan pemaparan mengenai perkembangan industri hulu migas, termasuk sejumlah proyek yang telah diresmikan maupun proyek yang masih dalam proses pengembangan.

Hadariat berharap kegiatan tersebut tidak hanya mempererat hubungan antara media dengan PHE dan SKK Migas, tetapi juga memberikan pengetahuan baru bagi para wartawan, “Harapan saya setelah acara ini Bapak/Ibu bukan hanya semakin kenal dengan teman-teman PHE dan teman-teman SKK Migas, tetapi juga membawa sesuatu yang lain, sesuatu yang bisa menambah pengetahuan dan tentunya diceritakan kepada masyarakat nantinya,” ujarnya.

Lebih jauh, Hadariat mengapresiasi suasana keakraban yang terbangun antara PHE dan insan media. Menurut dia, komunikasi yang baik membuat proses pertukaran informasi menjadi lebih terbuka dan memudahkan media dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Dia berharap hubungan yang telah terjalin tetap diarahkan pada komunikasi yang sehat, profesional, dan saling mendorong untuk berkembang.

Kegiatan Media Gathering dan Peningkatan Kapasitas Media PHE OSES tersebut diikuti insan media dari Lampung dan Kepulauan Seribu. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai perkembangan industri hulu migas serta memperkuat sinergi antara perusahaan, SKK Migas dan media.(Wanda)