Diduga Tanpa Uji Mutu Benih, BB Padi Sukamandi Kerap Jual Padi ke Bandar

oleh -67 views

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi, Kabupaten Subang, adalah sebagai peneliti benih padi dan hasil panen penelitian benih padinya untuk memenuhi target benih padi nasional, melalui tahapan pengolahan yang maksimal. Jika ada yang dijual keluar itu, hasil panen yang tidak lulus uji kelayakan benih dan harus dibuktikan dengan surat tanda bukti tidak lulus uji mutu benih.

Demikian diungkapkan Ketua Koperasi Balitpa BB Padi Sukamandi, Bambang Nuryanto kepada Perak, di kantornya, Selasa (31/7/18). “Hasil panen padi hasil penelitian padi atau yang dikelola di area BB Padi Sukamandi tidak boleh dijual keluar, kecuali terbuti tidak lulus uji mutu benih, dibuktikan dengan surat tanda bukti tidak lulus. Perlu diketahui, target produksi benih nasional untuk BB Padi pada tahun ini 3000 ton,” ungkap Bambang berdalih.

Namun pada kenyataannya, sudah terjadi selama bertahun-tahun, padi hasil paska penelitiannya malah diperjual belikan ke luar, ke para bandar padi di wilayah setempat oleh pihak BB Padi itu sendiri, kerap ditemui para petani penggarap menjual hasil panen padi tersebut, tidak memiliki surat tanda bukti tidak lulus uji mutu benih.

Selain itu, ketika disinggung soal bisnis pengelolaan puluhan ekor ternak sapi, bahkan sudah ratusan ekor yang berhasil dijual dan penggilingan padi di BB Padi, Bambang mengelak, “Ternak sapi dan penggilingan padi saya tidak tahu, bukan dikelola oleh koperasi,” elaknya.

Masih menurut Bambang, masih berkaitan dengan bisnis BB Padi, atas asset mess dan gedung serba guna yang disewakan dengan bandrol cukup lumayan, seperti mess per orang/hari mencapai Rp150 Ribu, untuk gedung serba guna mencapai jutaan rupiah per sekali pakai satu sampai dua hari. “Sekarang sudah tidak, untuk pembelian solar/bensin subsidi juga sudah tidak,” ujarnya sambil ngeloyor pergi, seperti takut banyak pertanyaan dari Perak.

Seperti telah diberitakan Perak di edisi 189-190, ketika hendak dikonfirmasi, Senin (16/7/18) Kepala BB Padi Sukamandi, Dr. Ir. Moh. Ismail Wahab sudah tidak menjabat dan posisi jabatannya kini masih kosong.

Seperti dikatakan Kepala Kebun BB Padi, Asep kepada Perak, “Jabatan kepala balai masih kosong, belum ada gantinya, adapun Plt merangkap di Balitbang Bogor,” ujarnya.

Asep mengungkapkan, “Setiap panen, padi di BB Padi ada pengangkutan ke penggilingan padi milik saya, di Pusakanagara, tapi itu hanya numpang pengopenan saja, karena mesin pengopenan BB Padi ini selalu tidak menampung kapasitasnya setiap panen, sehingga di open di pabrik saya dan selanjutnya dibawa kembali ke BB Padi,” dalih Asep di ruang kerjanya.

Mengenai upah minim sebesar Rp40 Ribu untuk pegawai kebun/babat rumput menurut Asep, “Sekarang sudah naik Rp50 Ribu per hari, untuk buruh disawah Rp60-70 Ribu per hari. Pembelian solar subsidi untuk bahan bakar komben, itu urusan pemilik komben, karena setiap panen kami sewa, komben milik BB Padi rusak dan bahan bakar untuk mesin open padi, tidak harus ijin, karena menggunakan Pertalit dan belinya juga tidak banyak, paling beberapa jeligen saja,” katanya.

Dia menambahkan, “Terkait pemusnahan belasan bangunan itu bidangnya pak Aman. Sewa gedung dan system bagi hasil garapan sawah seluas 200 Hektar itu dikelola Koperasi BB Padi, saya hanya mengelola untuk penelitian saja seluas 100 Hektar, kadang juga bisa berubah luasnya untuk penelitian setiap musimnya,” paparnya sambil mengatakan, “Sudahlah jangan bikin berita kaya gini, mending beritakan BB Padi yang bagus-bagusnya saja,” pintanya merayu.

Namun, menurut pegawai kebun, “Asep bohong, gaji kami masih Rp40 Ribu sampai sekarang juga,” singkatnya.

Segudang masalah itu, berawal dari penemuan pembongkaran rumah dan bangunan fasilitas lainnya di BB Padi Sukamandi. Pasalnya, 11 Barang/Bangunan Milik Negara (BMN) di balai penelitian benih padi itu tengah mengalami pembongkaran atau pemusnahan, material hasil pembongkarannya yang masih utuh dan yang rusakpun dijual kepada pemborong, bernama Iwan, yang mengaku Warga Bandung.

Pegawai BB Padi, Aman mangatakan, “Ada sebelas rumah yang akan dibongkar, ada tiga rumah masih utuh juga akan dibongkar, pemborongnya pak Iwan, lelangnya langsung di KPKNL, BB Padi tidak tahu,” kata dia di rumahnya, Selasa (26/6/18).

Masih diwaktu yang sama, Ketua Karang Taruna Desa Sukamandijaya, Bambang Supriyanto membongkar segudang masalah di BB Padi, “Pohon-pohon berukuran cukup besar diduga ditebang secara illegal dan dijual. Di BB Padi ini juga banyak dugaan penyimpangan, penelitian tanaman padi, tapi di dalamnya ada usaha penggilingan padi. Tidak hanya itu, benih padi hasil panen di arealnyapun banyak dijual ke Bandar di luar BB Padi,” ungkapnya.

“Ada juga ternak sapi, koperasi toko sembako dan logistic lainnya, jasa penyewaan gedung serba guna di BB Padi yang diduga tak jelas hasil keuntungan bisnisnya masuk kemana?,” bongkarnya.

“Kamipun punya data pengaduan-pengaduan para pegawai kasar, mengeluh pembayaran gajinya tak sesuai ketentuannya. Diduga kebutuhan BBM untuk mesin-mesin yang ada di BB Padi juga menggunakan BBM subsidi pemerintah, membeli di SPBU,” pungkasnya.

Perlu diketahui pula, BB Padi yang dulunya bersahabat dengan lingkungan dan bebas dilalui masyarakat lingkungan. Kini terkesan banyak jalannya yang ditutup dengan portal besi, enggan terinjak masyarakat, bak negara mengembargo diri dari negara lain. Hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *