PERAKNEW.com – Jumat malam (04/09/2026) kemarin, sekira pukul 23 lebih, dimana kebanyakan orang-orang telah terlelap tidur. Tiba tiba kesunyian malam itu dikejutkan dengan adanya suara dentuman disertai suara bergemuruh hebat yang awalnya masyarakat yang mendengarnya pada malam itu, tidak mengetahui suara apa gerangan dan darimana arahnya suara tersebut.
Informasi mengenai adanya suara dentuman yang disertai suara gemuruh tersebut berkembang sangat cepat. Ternyata sumber suara tersebut diketahui berasal dari anak Gunung Krakatau yang berada di Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, tepatnya diwilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Menurut sumber yang dihubungi Perak New.Com, Berdasakan laporan PVMBG/MAGMA Indonesia, anak Gunung Krakatau erupsi sebanyak 10 kali disertai suara dentuman dari awal malam itu hingga waktu dini hari Sabtu (05/09/2026) terdengar hingga ke beberapa provisnsi di Indonesia, seperti Provinsi Banten, Lampung dan Jawa Barat (Jabar).
Sementara itu, beberapa sumber lain menyebutkan bahwa suara dentuman, gemuruh dan getaran tidak terasa terus-menerus seperti pada Jumat (04/09/2026) malam hingga Sabtu pagi.
Beberapa warga Bandung, Jabar yang dihubungi Tim Peraknew.com menyebutkan bahwa dampak dari suara dentuman tersubut menyebabkan adanya getaran tanah dan getaran pada kaca kaca rumah penduduk. “Sampai jam 18.30 WIB ini, Minggu (06/09) masih terasa sesekali ada getaran, kaca jendela masih bergetar. Tapi, tidak kencang seperti pagi tadi,” tutur salah satu warga Kelurahan Babakanciparay, Kota Bandung, Mira (46), saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Syaeful (52) yang mengaku warga Kampung Cinangka Banten menyebutkan bahwa di kampungnya juga terdengar suara gemuruh yang berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Informasi lain yang dihubungi melalui WhatsApp, Udin yang juga warga dari Kecamatan Cinangka, Banten mengatakan bahwa suara gemuruh dan dentuman itu terdengar sangat jelas. “CCTV gunung anak krakatau rusak terkena material erupsi, suara gemuruh masih terdengar di Serang Xanana Gusmao. “Sekarang Ini masih terdengar gemuruh, kedengeran dan terlihat apinya,” ujar Udin.
Warga lainnya, Rusdi (24), yang bekerja di salah satu hotel di Kecamatan Cinangka, Serang, pun mengaku sejak pukul 16.00 WIB hingga malam ini terdengar suara dentuman lagi. Selain suara dentuman, kondisi langit pun gelap seperti ada kabut dan diduga itu abu vulkanik. “Iya betul, terdengar lagi suara dentuman, tapi enggak sebesar pagi tadi. Tadi mulai jam 16.00 WIB,” ujar dia.
Berdasarkan pengamatan Rusdi, tamu hotel di tempat dia bekerja ada yang panik. Namun, ada juga yang tetap melanjutkan aktivitasnya. Selanjutnya kata Rusdi, suara dentuman terdengar hingga pesisir Anyer dan Labuan. (GuYu)










