oleh

Datangi Posko FMP, Sejumlah Tokoh Masyarakat Minta Pendampingan Lapdu Dugaan Korupsi Desa Anggasari

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Berencana akan melakukan Laporan pengaduan (Lapdu) resmi terkait temuan sejumlah kasus dugaan Korupsi Anggaran Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, sejumlah Tokoh Masyarakat Desa Anggasari berkunjung ke Pos Komando (Posko) Pusat LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP), di Jalan Palabuan, Kelurahan Sukamelang, Kec./Kab. Subang, pada Jum’at 21 Mei 2021.

Dalam kunjungan sejumlah tokoh masyarakat tersebut, meminta pendampingan khusus kepada FMP untuk melakukan Laporan pengaduan (Lapdu) kasus dimaksud secara resmi kepada Aparat Penegak Hukum (APH) di Subang.

Seperti diketahui, menyikapi kasus korupsi itu, sebelumnya puluhan Warga Desa Anggasari telah melakukan beberapa kali aksi unjuk rasa di depan Kantor Desa Anggasari, menuntut agar Kepala Desa (Kades) Anggasari, Sukendi mundur dari jabatannya, hingga melakukan aksi penyegelan Pintu Ruang Kerja Kades Anggasari.

Adapun dugaan korupsi yang mereka temukan yang diduga dilakukan oleh Oknum Kades Anggasari tersebut, diantaranya soal asal usul Mobil Pemdes yang diduga Bodong, Dana Mikro PPKM sebesar Rp70.535.500,-, BLT DD yang belum dibagikan sebanyak 105 KPM, Pungli UMKM yang dipungut sebesar Rp20 ribu per orang warganya, Dana Normalisasi Sungai/Kali Ayem sumber dananya dari Anggaran Dana Desa 2019, Pengerasan Jalan Langgen Sari sebesar Rp53 juta yang tidak jelas alokasinya dan Dana Kube sebesar Rp240 juta yang dibagikan ke 8 (delapan) kelompok, hanya diberikan Rp18.500.000,- per kelompok.

Kedatangan Warga Anggasari disambut hangat oleh Ketua Umum (Ketum) LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP), Asep Sumarna Toha dan pihaknya siap untuk menerima kuasa khusus pendampingan hingga pengawalan proses berbagai kasus dugaan korupsi Desa Anggasari tersebut, “Kami siap membantu bapak-bapak tokoh masyarakat Anggasari ini untuk mengungkap dugaan kasus korupsi Anggaran Desa Anggasari ini, dari mulai pendampingan Lapdu hingga pengawalan proses kasusnya,” tegas Aktivis yang biasa disapa Abah Betmen ini, saat berbincang-bincang dengan para tokoh masyarakat Anggasari, di Poskonya.

Abah Betmen menambahkan, “Kami selalu siap bergerak dalam kontek pemberantasan korupsi, namun kami meminta kesepakatannya, agar tidak mlehoy atau lemah ditengah perjalanan pengawalan kasusnya nanti setelah sedang ditangani APH, karena ketika kami sudah bergerak atas aktivitas pemberantasan korupsi, pantang untuk mlehoy, harus hingga tuntas,” tandasnya dihadapan para Tokoh Masyarakat Anggasari. (Hendra2)

Berita Lainnya