Boy Ramdhan Inisiasi Jabar Bergerak di Kampung Bolang

oleh -16 views

SUBANG, (PERAKNEW).- Bersamaan dengan kegiatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dalam mewujudkan Propila (Propinsi layak anak) dan Pasar Desa Wisata (Pa Sarwi) yang mulai digulirkan oleh Pemprov Jabar melalui Jabar Bergerak yang diinisiasi oleh Boy Ramdhan, digelar di Kampung Hong Bolang, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Sabtu (27/4/2019).

Kegiatan yang dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Jabar, Ny. Atalia Ridwan Kamil, Kabid Kebudayaan Provinsi Jabar, Wahyu Iskandar yang mewakili gubernur, para pegiat ekonomi kreatif, Ketua Tim Penggerak PKK Subang, Ny. Yoyoh Ruhimat, Asda III Pemkab.Subang, H. Ade dan Pendiri Komunitas Hong, DR. Zaeni Alif merupakan daerah pertama sekaligus pilot project Pa Sarwi.

Menurut Boy, “Kita bersyukur atas nikmat hidup di Jawa Barat, karenanya melalui Jabar Bergerak, rasa syukur itu kita ekspresikan melalui sejumlah inovasi dan kolaborasi untuk kemaslahatan warga Jawa Barat,” kata Boy.

Istri Gubernur Jabar, Ny. Atalia menyatakan, kalau kegiatan tersebut, dalam rangka menanamkan nilai-nilai budaya di kalangan masyarakat, mensosialisasikan permainan atau budaya anak tradisional di Jawa Barat dan ada 4 hak dasar anak untuk hidup perlindungan dan tumbuh sesuai dengan usianya, permainan buat anak dan belajar bermain supaya memiliki kepribadian yang kokoh, “Tentu saja bukan hanya kami, tetapi Gubernur Jabar pun menyambut baik segala kegiatan yang diprakarsai oleh generasi milenial yang kreatif sehingga Jabar menjadi provinsi layak anak, ” ungkapnya.

Bupati Subang, H. Ruhimat melalui Asda III, H. Ade pun tampak gembira, karena Subang memiliki banyak potensi pariwisata yang yang masih bisa dikembangkan, “Kampung Bolang ini menjadi salah satu kampung wisata yang bisa terus dikembangkan, mudah-mudahan potensi alam wisata terus dikembangkan,” katanya.

Pendiri Komunitas Hong, DR. Zaini Alif merasa optimis kalau Pa Sarwi akan mendukung untuk dikembangkannya kawasan pariwisata dan tradisi sehingga bisa menjadi pusaka atau heritage bagi masyarakat setempat, “Kegiatan Pasar Desa Wisata ini akan mengetengahkan para ahli dan pemerhati makanan tradisional dan pelaku produksi makanan tradisi dengan konteks makanan tradisi Jawa Barat,” ujarnya.

Lanjut dia, “Dulu kini dan esok, permasalahan dalam penyediaan fasilitas kegiatan budaya, kreatif dan rekreatif yang ramah anak, adalah belum meratanya ruang terbuka untuk tempat bermain anak. Selain itu, masih banyak juga sarana/prasarana yang belum aksesible bagi penyandang disabilitas. Oleh karena itu, perlu diselenggarakan kegiatan untuk meningkatkan apresiasi dan kreativitas anak,” jelasnya.

Kabid Kebudayaan Prov Jabar, Wahyu Iskandar yang mewakili Gubernur Jabar mengatakan, “Pasar Desa Wisata anak juara menuju Provinsi Layak Anak Jabar. Menuju Desa Wisata 2019, mensosialisasikan permainan anak tradisional khas Jabar untuk membangun karakter Jabar. Nilai budaya untuk mengurangi budaya luar. Hari ini giat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar akan memanfaatkan permainan sebagai penguatan karakter Budaya Anak Jabar,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, menyediakan 10 Wahana Permainan Anak, salah satunya, Wahana Balon Sarung, Balon Samping, Bedil Jepret, Kelom Awi, Banbanan, Rorodaan, Bedil karet, Sorodot geplak dan Papaslidan kukuyaan. Kegiatan ada disekeliling Kampung Bolang, angklung ibu-ibu dan tutunggulan.(Adih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *