oleh

Audit Irda, Ada Kerugian Negara di Kasus Dugaan korupsi Desa Anggasari

PERAKNEW.com – Terkait perkembangan kasus dugaan korupsi Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang Forum Masyarakat Peduli (FMP) Jabar mengadakan Audensi dengan Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang, yakni Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus), Aep Saepudin, S.H., dan Kasi Intelejen, Adi, S.H., di Ruang Media Center Kejari Subang, pada Jum’at, 24 Juni 2022.

Dalam Audensi kali ini, Kasi Pidsus Kejari Subang, Aep Saepudin menerangkan bahwa untuk perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi Desa Anggasari tersebut, Inspektorat Daerah (Irda) Subang sudah melakukan Audit dan hasilnya ditemukan kerugian Negara sebesar Rp 96 Juta.

Atas temuan kerugian negara akibat korupsinya itu, Oknum Kades Anggasari, Sukendi langsung melakukan pencicilan pengembalian kerugian uang Negara tersebut hanya baru senilai Rp 30 Juta. Namun, dinyatakan Kasi Pidsus bahwa pengembalian uang dimaksud hanya perdatanya saja dan tidak menggugurkan unsur pidana korupsinanya, “Untuk pidana korupsinya kita masih tetap melanjutkan, yang terpenting kita amankan dulu uang Negaranya,” tegasnya.

Usai Audensi, dalam wawancaranya Ketum FMP Jabar, Asep Sumarna Toha atau yang akrab disapa Abah Batman ini mengapresiasi pernyataan Kasi Pidsus Kejari Subang dan terus mendukung penanganan kasus dugaan korupsi Desa Anggasari tersebut.

Lanjut Ketum FMP Jabar, bahwa nilai kerugian Negara senilai Rp 96 Juta hasil Audit Irda Subang itu diduga tidak sesuai fakta hasil investigasi timnya dilapangan, seperti telah diberitakan Perak diedisi sebelumnya, diantaranya mulai dari pembelian satu unit mobil xenia oleh Kades Anggasari sumber dananya diduga hasil potongan dana BLT-DD sebanyak 142 (Seratus empat puluh dua) KPM yang terdampak Covid-19.

Baca Juga : Holywings Dikecam Soal Promosi Minuman Alkohol Nama Muhammad

Selanjutnya, pekerjaan Rigid Jalan Kampung Empang Rp 61.434.000,- diduga direalisasikan tidak sesuai bistek, Peningkatan kualitas Jalan Langensari pagu Rp 53.020.000,- diduga hanya dibelikan 6 truk sirtu saja, TPT Irigasi RT 02 RW 01 pagu Rp 100.000.000,- diduga dikerjakan asal-asalan, Pembuatan Jembatan Beton Kali Kamal pagu Rp 175.000.000,- diduga pengerjaanya dialihkan dan hasilnya tidak oftimal, TPT Kalen Cardi dari Dana Desa TA 2019 pagu Rp 50.000.000,- diduga pengerjaannya asal-asalan, TPT Kalen Cirucuk pagu Dana Desa TA 2019 Rp 50.000.000,- diduga pengerjaanya asal-asalan, Normalisasi Kalen Atem pagu Dana Desa TA 2019 Rp 32.599.000,- diduga realisasinya tidak jelas, Sarana Air Bersih pagu Dana Desa TA 2019 Rp 35.000.000,- seharusnya dikerjakan 4 titik diduga dikerjakan hanya 2 titik, Pelayanan dasar Kesehatan pagu dari Dana Desa TA 2019 Rp 25.584.000,- diduga realisasinya tidak jelas.

Penambahan Modal Bumdes pagu Dana Desa TA 2019 Rp 51.124.000,- diduga tidak jelas penyalurannya, Pengadaan Mobil Pemdes pagu Rp 25.000.000,- ditambah dari uang Mantan Kades Anggasari, Sudarma Rp 14.000.000,- diduga dibelikan mobil T 120 bak terbuka, serta ada indikasi mobil bodong, Uang untuk santunan anak yatim titipan dari Bupati Subang H. Ruhimat Rp 10.000.000,- diduga hanya dibagikan 50 orang anak Yatim Rp 50.000,- per anak Yatim, total yang tersalurkan Rp2.500.000,- sisa Rp7.500.000,- tidak jelas.

Baca Juga : FMP Indramayu Minta APH & Irda Tindaklanjuti Dugaan Korupsi Jalan Rigid DD Brondong

Bantuan Benih Padi dari Dinas Pertanian Subang sebagai penggantian akibat banjir, realisasinya tidak jelas, Bantuan Beras 8 karung dari donatur banjir diduga tidak dibagikan, Uang Iuran Warga Blok Balau Desa RT 08 untuk biaya perawatan Air Bersih selama 7 bulan Rp 900.000,- total Rp 6.300.000,- diduga ditilep Kades Anggasari, Sukendi, Dana Desa TA 2019 untuk pembangunan Kantor Desa Anggasari Rp 130.000.000,- yang diberikan ke LPM hanya Rp. 40.000.000,- sisanya tidak jelas, Dana Mikro PPKM sebesar Rp 70.535.500,-, BLT DD diduga belum dibagikan kepada penerima sebanyak 105 KPM, Dugaan Pungli UMKM yang dipungut sebesar Rp 20 ribu per orang warganya dan Dana Kube sebesar Rp 240 juta yang diduga hanya dibagikan kepada 8 (delapan) kelompok hanya senilai Rp 18.500.000,- per kelompok.

Menyikapi temuan sejumlah dugaan korupsi Oknum Kades Anggasari tersebut, puluhan Warga Desa Anggasari telah melakukan beberapa kali aksi unjuk rasa didepan Kantor Desa Anggasari, menuntut agar Kepala Desa (Kades) Anggasari, Sukendi mundur dari jabatannya, hingga melakukan aksi penyegelan Pintu Ruang Kerja Kades Anggasari. (Hendra/Galang)

Facebook Comments

Berita Lainnya