Warga Kp Ciomas Keluhkan Debu Pembakaran Batu Bara Diduga Dari PT. SPS

PERAKNEW.com – Warga Kampung Ciomas, Desa Karangmukti, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, kembali keluhkan soal udara buruk di wilayahnya. Diduga, kejadian udara yang kondisinya buruk tersebut, ialah dampak dari dugaan Pencemaran Lingkungan berbentuk Abu hasil Pembakaran Batu Bara yang meliputi Fly Ash atau Abu Terbang dan Bottom Ash atau Abu Terendapkan (FABA) dari perusahaan PT Supreme Paper Solution yang beroperasi memproduksi Kertas.

Berdasarkan informasi dari sejumlah warga, belum lama ini, kepada Perak menerangkan, bahwa dugaan Pencemaran Lingkungan Abu Batu Bara tersebut, terjadi sudah selama sekira 3 tahun ini.

Seperti halnya menurut Warga Kampung Ciomas, Desa Karangmukti, sebut saja Aan, pada Hari Sabtu, 01 November 2025, di rumahnya kepada Perak mengungkapkan, bahwa rumahnya berdekatan dengan perusahaan tersebut, sehingga setiap harinya sudah selama 3 (Tiga) tahun ini terdampak pencemaran lingkungan Abu Batu Bara itu, “Setiap hari Abu berwarna hitam yang berasal dari PT Supreme, selalu beterbangan mencemari lingkungan kami. Untuk kerugiannya tentu pada kesehatan, karena yang namanya abu itu cepat terhisap yang mengganggu pernapasan, kalau saya alhamdulillah, tapi anak saya sering mengalami sesak napas,” ungkapnya.

Baca Juga : Kodim Subang Giat Dampingi Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

Lanjut Aan menerangkan, “Selama ini juga pihak perusahaan belum ada datang ke sini, ngecek kesehatan, ngecek kondisi lingkungan. Dulu sempet warga menginginkan ke pihak perusahaan agar peduli terhadap lingkungan sekitar, tapi sampai sekarang tidak ada dan sempat juga pihak perusahaan memberikan sembako hanya 2 kali selama 3 tahun ini, kepada warga yang terkena dampak polusi udara abu batu bara ini. Intinya, untuk pengecekan kesehatan, sampai sekarang belum ada,” terangnya.

Sama halnya disampaikan oleh Dede masih berdomisili di lingkungan PT Supreme Paper Solution, membenarkan, bahwa limbah Abu Batu Bara tersebut, selalu mencemari lingkungan terutama rumahnya setiap hari, pagi dan sore serta untuk dampak kesehatan pun sama ada yang mengidap sesak napas.

Sementara itu, sesuai dengan informasi yang berhasil dihimpun Perak, bahwa Pencemaran Abu Batu Bara tersebut, berdampak pada Kesehatan Manusia (Gangguan Pernapasan).

Baca Juga : Kemanakah Uangnya? SPPG Pasirkareumbi Tak Operasi, 3,6 Ribu Siswa Tak Terima Jatah MBG Sepekan lebih

Selain itu, berdampak pula pada pencemaran tanah, air dan udara, karena mengandung logam berat seperti arsenik, merkuri, kromium, dan timbal, sehingga mengakibatkan kerusakan pada tanaman atau hasil panen, jika Abu hasil pembakaran Batu Bara tersebut, tidak dikelola dengan baik. (Tim)