Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, RSUD Wangaya Denpasar Luncurkan Program Apdol

oleh

DENPASAR-BALI, (PERAKNEW).- Untuk terus meningkatkan pelayanan publik dibidang kesehatan, kini RSUD Wangaya menerapkan inovasi pelayanan kesehatan berbasis online dan teknologi dengan Aplikasi Pendaftaran Online (Apdol). Adanya aplikasi ini, diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses beragam layanan kesehatan terutama di RSUD Wangaya.

Direktur RSUD Wangaya, dr. Setiawati Hartawan, M.Kes., saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (01/08/18) mengatakan, untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama pihaknya tetap menggalakkan program Smart City yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar. Jadi RSUD Wangaya memang selalu ingin berinovasi, untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Kami selalu mendapat keluhan dari masyarakat atau pasien, terutama keluhan pada saat antriannya yang panjang, kemudian kami juga mempunyai loket pendaftaran sangat kecil. Sebelumnya awal kita sudah memiliki program sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM), selain itu juga program  SMS Gateway di tahun 2016 lalu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Setiawan menjelaskan, akhirnya pihak RSUD Wangaya mencari dan mendapatkan solusi bagaimana untuk mempercepat pelayanan. Jadi sekarang masyarakat dapat mengunduh aplikasi Apdol ini lewat play store di handphone android, dengan kata kunci Daftar Online RSUD Wangaya.

Setiawati menambahkan, selain melaksanakan pendaftaran, masyarakat juga dapat mengakses riwayat pendaftaran yang disertai informasi tentang nomor antrian, serta tanggal pelayanan. Dalam aplikasi ini juga ada informasi mengenai biaya perawatan, serta informasi kategori kelas kamar yang masih tersedia untuk pelayanan rawat inap pasien.

“Kami juga memiliki pelayanan Japri ibu dan anak. Japri yang artinya Jalur Khusus buat pasien ibu dan anak, agar mendapatkan pelayanan yang lebih cepat atau lebih didahulukan tidak lama-lama harus mengantri. Seperti ibu yang mau melahirkan dan anak balita yang sedang sakit. Itu semua kita lakukan untuk meminimalisir tingkat kematian,” ujarnya.

Disisi lain, terkait penyimpanan data pasien atau rekam medis pihaknya masih keterbatasan ruang penyimpanan. Jadi di tahun 2018 ini, untuk menjaga data pasien atau rekam agar tidak hilang, pihak RSUD Wangaya mempersiapkan suatu alat atau sistem Electronic Medical Record.

“Kami masih menyampaikan permohonan ini ke Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dan mudah-mudahan pemerintah bisa membantu untuk anggaran pengadaannya cepat selesai tahun ini,” harap Setiawati Hartawan. (Yd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *