PERAKNEW.com– Pada umumnya, kegiatan demo atau unjuk rasa (Unras) identik dengan suasana tegang antara peserta demo dengan aparat kepolisian yang mengawal selama unjuk rasa berjalan. Terkadang terjadi gesekan tatkala suasana memanas.
Tetapi berbeda dengan Kepolisian Resor (Polres) Subang dan Komunitas Anak Muda Peduli Anti Korupsi (KAMPAK). Saat PERAKNEW.com memantau langsung jalannya Unras, dari mulai keberangkatan peserta aksi dari Pos Komando (Posko) KAMPAK, polisi turut mengawal perjalanan ke tempat tujuan aksi, dimana aksi tersebut digelar di dua tempat, yakni di depan Kantor Inspektorat Daerah (Irda) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) Kabupaten Subang.
Usai Unras di depan Dispemdes, massa aksi KAMPAK membubarkan diri dan bermaksud pulang menuju Posko. Namun, saat akan meninggalkan lokasi, mobil komando yang digunakan peserta aksi tiba-tiba mogok. Kondisi tersebut sempat membuat kendaraan tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Ada pemandangan yang jarang terjadi. Melihat kondisi mobil komando KAMPAK tersebut, dengan sepontan, personel Polres Subang sigap membantu mendorong mobil tersebut hingga mesin kembali berjalan normal.
Tindakan personil Polres tersebut menjadi gambaran adanya kebersamaan dan keharmonisan antara aparat kepolisian dengan peserta aksi dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Hingga seluruh peserta aksi kemudian meninggalkan lokasi dengan tetap mendapatkan pengamanan dari jajaran Polres Subang. (GuYu)








