oleh

Soal Hak Pilih, Besok Panitia PAW Kades Sukamandijaya Audensi dengan DPRD

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang akan mengadakan audensi atau dengar pendapat dengan Ketua Komisi 1 DPRD Subang, Drs. H Bambang Irmayana dari Fraksi Partai Golkar beserta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Kadispemdes) dan Kepala Bagian (Kabag) Hukum dan Perundang Undangan (Kumdang) Setda Subang juga Unsur Akademisi dari Universitas Subang (Unsub), pada besok, Hari Senin, 8 Maret 2021, di Gedung DPRD Subang.

Pasalnya, audensi itu dilaksanakan guna memperjelas dan mempertegas pemahaman tafsir hukum yang berbeda antara dua instansi Pemda Subang atas produk hukum Peraturan Bupati Subang Nomor 23 tahun 2020 tentang Tata Cara Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu yang dibuat oleh pimpinannya tersebut, pada bagian yang mengatur penetapan delegasi unsur masyarakat yang berhak memilih dalam pemilihan kepala desa PAW tersebut.

Baca Juga: Dari Tiga Belas Balon, Panitia Umumkan Tiga Calon PAW Kades Sukamandijaya

Seperti diketahui, Bagian Kumdang Setda Subang menyatakan, bahwa perangkat desa, anggota BPD dan Panitia Pilkades PAW memiliki hak dalam memilih calon kades PAW, sementara persi dari Dispemdes Subang, bahwa perangkat desa, anggota BPD dan Panitia Pilkades PAW tidak diperbolehkan atau tidak dapat hak untuk memilih dalam Pilkades PAW.

Ketua Panitia Pilkades PAW Sukamandijaya, Iteng Sukarya kepada Perak mengungkapkan, “Tafsir hukum berbeda dari Dispemdes dan bagian hukum ini, atas perbup tersebut, diketahui sebelumnya pada saat kami mengadakan konsultasi terkait tahapan pelaksanaan Musyawarah Pilkades PAW Desa Sukamandijaya ini dan kami sempat melayangkan surat pada tanggal 25 Februari 2021 lalu, kepada Ketua Komisi 1 DPRD Subang yang membidanginya, perihal permohonan audensi untuk diselenggarakan audensi pada Hari Selasa, 2 Maret 2021 minggu ini,” paparnya, Sabtu, 6 Maret 2021.

Namun lanjut Iteng, “Hari Selasa tanggal 2 Maret itu, kami panitia hadir ke Kantor DPRD Subang, bertemu dengan Ketua Komisi 1, pak Bambang, tapi pak Bambang mengatakan belum siap dan mengundur waktu pelaksanaan audensi tersebut, hingga Hari Senin, tanggal 8 Maret 2021, pihaknya akan mengundang Dispemdes, Bagian hukum Setda dan unsur akademisi dari Unsub,” terangnya.

Iteng berharap, DPRD Subang dalam hal ini Ketua Komisi 1, Bambang Irmayana agar audensi jangan diundur lagi dan bisa dilaksanakan sebelum pelaksanaan musyawarah Pilkades PAW Desa Sukamandijaya digelar pada tanggal 31 Maret, “Jika perbedaan dualisme pejabat terkait ini tidak segera diperjelas hingga bertepatan dengan pelaksanaan Pilkades PAW ini, dikhawatirkan dapat  menimbulkan hal-hal negative dari berbagai elemen masyarakat Desa Sukamandijaya dan sekitaranya, bahkan bisa jadi se-Kabupaten Subang khususnya, umumnya se-Indeonesia,” pungkasnya berharap.

Seperti disampaikan Ketua Komisi 1 DPRD Subang, Drs H Bambang Irmayana pada saat menerima Panitia Pilkades PAW Desa Sukamandijaya di ruang rapatnya, Selasa, 2 Maret 2021 lalu memohon ma’af, “Mohon ma’af atas diundurnya audensi ini, insya Allah Hari Senin, tanggal 8 Maret 2021 langsung datang saja lagi ke sini, audensi pasti dilaksanakan dan kami sekarang akan mengundang Kadispemdes dan Kabag Kumdang, bahkan akan diundang juga akademisi dari Unsub untuk hadir nanti hari Senin dimaksud,” ujarnya.

Adapun pasa-pasal dalam Perbup Subang nomor 23 tahun 2020 yang menjadi polemic tersebut, tepatnya pada BAB II Bagian ke tiga, paragrap 3, Pasal 13 ayat (1), (2), (3) dan (4). (Hendra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya