PERAKNEW.com – Belasan siswa kelas 3 SMA Al-Kautsar di Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, harus menjalani kegiatan belajar mengajar dengan duduk lesehan, dikarenakan keterbatasan fasilitas sekolah dan kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar satu tahun.
Para siswa belajar dengan duduk bersila di lantai beralas papan dan karpet, karena jumlah meja dan kursi yang tersedia tidak mencukupi. Ruang yang digunakan untuk belajar juga dalam kondisi terbuka, sehingga jika turun hujan airnya terkadang masuk ke area tempat siswa mengikuti pelajaran.
Kondisi tersebut membuat aktivitas seperti menulis menjadi tidak mudah dilakukan, “Kalau kenyamanan pasti nyaman, cuma kadang kalau nulis suka susah dengan posisi tertelungkup. Bahkan, tulisan kadang tidak rapi,” kata Siti, Rabu (9/9/2026).
Meski fasilitas terbatas, para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar setiap hari. Ruang kelas rusak akibat gempa, lalu dibongkar.
Salah seorang guru disana, Hegar Abdul Malik mengatakan, sekolah sebenarnya pernah memiliki bangunan yang digunakan sebagai ruang belajar kelas 3.
Namun, bangunan tersebut mengalami kerusakan setelah terdampak gempa, hingga akhirnya harus dibongkar, “Dulu ada gempa, dan pas gempa bangunan sempat miring dan terpaksa dibongkar. Makanya untuk kelas 3 ini belajar dengan lesehan,” ucap Hegar.
SMA Al-Kautsar yang berada di Kampung Tataru, Desa Tenjonagara, Kecamatan Cigalontang, kini memiliki tiga ruang kelas. Menurut Hegar, sejak awal siswa kelas 3 harus mengikuti pembelajaran secara lesehan.
Kondisinya semakin terkendala ketika hujan turun, karena ruang belajar dapat terdampak air hujan, “Kalau saat ini total ada tiga ruang kelas, dan sejak awal untuk kelas tiga memang belajar secara lesehan. Bahkan, sering terdampak kalau terkena hujan hingga disuruh pindah. Meski demikian, guru tetap berupaya menjalankan proses pembelajaran setiap hari dengan fasilitas yang tersedia,” pungkas Hegar. (***)









