Ramai Statment Terkait Toa Masjid yang Dibandingkan dengan Gongongan Anjing

BERITA UTAMA3,625 views

Ramai Statment Terkait Toa Masjid yang Dibandingkan dengan Gongongan Anjing

JAKARTA – Indonesia tengah diramaikan dengan statment yang kontroversial dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, yang menyamakan toa masjid( pengeras suara) dengan suara hewan.

perihal ini mendapatkan reaksi yang bermacam- macam dari bermacam lapisan masyarakat, termasuk dai tersohor Ustadz Adi Hidayat.

Ustadz Adi Hidayat menanggapi serta memberikan sutu pesan, terpaut toa masjid yang baginya tidak pantas bila diilustrasikan dengan suara hewan tertentu.

Dikutip Peraknew.com dai kanal YouTube Adi Hidayat Official Pesan Kebangsaan UAH!! Dari TOA Hingga Tobat Nasuha- Ustadz Adi Hidayat diunggah 24 Februari 2022.

Dalam ceramah Ustadz Adi Hidayat memberikan pesan yang mendalam tentang makna kebangsaan serta terkait kasus toa yang dibanding dengan suara hewan.

” Kepada pejabat publik aku memohon, supaya bisa membuat kebijakan- kebijakan yang substansial, yang esensial, yang pas guna diperlukan masyarakat,” ucap Ustadz Adi Hidayat.

Baca Juga: Bandingkan Suara Adzan dengan Gonggongan Anjing, Roy Suryo Akan Laporkan Menteri Agama ke Polisi

Sebaliknya yang diartikan oleh Ustadz Adi Hidayat ini merupakan dalam konteks bersinergi dalam menyelesaikan seluruh perkara.

Baik itu persoalan- persoalan kecil yang tidak memerlukan atensi, seprti kasus- kasus sifatnya domestik yang menarik atensi sehingga jadi kebijakan nasional.

” Kepada pejabat publik saya berharap supaya memperbaiki narasi, komunikasi yang disampikan kepada masyarakat jangan sampai memperkenalkan perkataan, kalimat- kalimat yang malah kontra produktif atas misi yang akan dibentuk,” kata Ustadz Adi Hidayat.

Bahkan menurut Ustadz Adi Hidayat, bagaimana mungkin toleransi bisa dikampanyekan dan ditampilkan.

Tetapi,disaat yang sama memakai kalimat ilustrasi yang malah berpotensi menyakiti kepada bagian unsur tertentu dalam kehidupan berbangsa serta bernegara.

” Rasanya tidak pantas apabila perkara toa, wajib di ilustrasikan dengan hewan ataupun perihal yang lain yang tidak sejalan, tidak senafas, apalagi  pada logika,” lanjut Ustadz Adi Hidayat.

Terkait hal ini menurut Ustadz Adi Hidayat, tidak butuh silih mencela, silih menghujat, silih menyalahkan. yang dibutuhkan adalah mengoreksi diri apakah masih menyayangi bangsa serta negeri.

Kata Ustadz Adi Hidayat bila memanglah masih menatakann diri aku Pancasila, aku NKRI, aku mencintainya.

Maka cinta itu kata Ustadz Adi Hidayat, tidak dibuktikan dengan perkataan melainkan dengan aksi, kebijakan, persatuan serta perilaku dan sikap mulia dalam berkehidupan.***