Rai Mantra Kembali Tinjau Posko Pengungsi

oleh

Rai Mantra Kembali Tinjau Posko Pengungsi

KARANGASEM-BALI, (PERAKNEW).–  Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra kembali turun meninjau posko pengungsian warga karangasem di Denpasar. Hal yang sama sebelumnya juga tampak dilakukan Walikota Rai Mantra meninjau posko pengungsian Pemkot Denpasar dan pengungsian mandiri dengan berbagai persiapannya. Pada Rabu (27/9) Walikota Rai Mantra didampingi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Denpasar kembali meninjau posko pengungisan mandiri dan posko pengungsian Pemkot Denpasar dilapangan Kompyang Sujana.

Kunjungan pertama di posko pengungsian mandiri Jl. Trijata, Desa Dangin Puri Kangin. Kehadiran Rai Mantra langsung meninjau lansia yang berusia 105 Tahun pengungsi warga Dusun Jungutan Kecamatan Bebandem, Karangasem. Penanganan kesehatan lansia tersebut langsung dilakukan Rai Mantra untuk dapat segera dibawa ke Panti Jompo yang nantinya dapat pelayanan kesehatan lebih lanjut. Berada dalam satu rumah yang sama keluarga mengalami kelumpuhan dan segera mendapatkan penanganan kesehatan menuju ke RSUD. Wangaya.  Melanjutkan meninjau posko pengungsian di eks Kantor Desa Pemecutan Kaja.

Sebanyak 126 pengungsi berada dilokasi tersebut yang sedang sibuk membuat ceper dan membersihkan ruangan. Menuju posko pengungsian mandiri di kawasan Banjar Mertha Yoga Kelurahan Pemecutan tercatat 40 orang warga asal Desa Griana, Karangasem yang mengungsi dikawasan tersebut. Mengunjungi Posko pengungisan Pemkot Denpasar di Lapangan Kompyang Sujana, Desa Tegal Kertha baru terdapat 7 orang warga asal Desa Ujung Karangasem serta telah mendapatkan pelayanan dari Dinas Sosial dan instansi terkait. Menuju pengungsian mandiri di kawasan Banjar Batu Paras Desa Padangsambian Kaja dengan jumlah 40 orang warga Karangasem asal Desa Tulamben Karangasem.

Walikota Rai Mantra disetiap kunjungan tak henti-hentinya mengajak pengungsi untuk produktif seperti berjualan canang, buat penjor, hingga berjualan pisang goreng. Tentu langkah ini telah dilakukan dibeberapa desa dan kelurahan yang memfasilitasi untuk mengajak para pengungsi produktif agar tidak jenuh. Seperti di Desa Dangin Puri Kangin ada salah satu pengungsi yang berjualan pisang goreng, serta juga di Pemecutan Kaja yang produktif membuat ceper dan canang. Walikota Rai Mantra terus mengingatkan kepada perbekel dan lurah untuk melakukan pendataan kepada anak-anak sekolah.

Hal ini dapat segera membantu anak-anak untuk melanjutkan mengenyam pendidikan selama berada di pengungsian.  Pelayanan kesehatan kepada lansia, bayi, balita dan ibu hamil disamping telah mendapatkan pelayanan kesehatan dari puskesmas, serta dalam keadaan darurat dapat melapor di nomor emergency 112. “Kepada para pengungsi untuk dapat melaporkan diri kepada kadus/kaling, perbekel, lurah, dan para petugas yang berisiaga disetiap posko pengungsian. Sehingga nantinya segera dapat difasilitasi bantuan,’’ ujarnya sembari memberikan bantuan box bayi.

Salah satu pengungsi Wayan Sumerta asal Desa Jungutan Kecamatan Bebandem, Karangasem mengatakan sempat mengungsi berpindah-pindah dikawasan karangasem dan akhirnya menetap mengungsi di Desa Dangin Puri Kangin. Ia juga mengaku telah mendapatkan berbagai pelayanan dari pihak desa setempat, serta sanak keluarga yang masih duduk dibangku sekolah telah bersekolah kembali disekolah terdekat. “Kami menetap di pengungsian mandiri bersama dua bayi, dua balita, dan dua lansia, serta telah mendapatkan pelayanan kesehatan serta bantuan lainnya,” ujarnya.

(YD/HUM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *