Polda Jabar Sita Bom dan Senpi Rakitan di Parongpong

BERITA UTAMA77 views

PERAKNEW.com – Seorang warga asal Parongpong, Bandung Barat, Muhammad Salman Al Qorni (25) ditangkap kepolisian Polda Jabar, lantaran memiliki bom rakitan dan senjata.

Salman ditangkap berawal dari adanya patroli siber yang menemukan adanya grup whatsapp (WA) dengan nama True Crime Community yang beranggotakan 29 orang.

Pelaku ini menjadi salahsatu partisan grup WA tersebut. Dia ditangkap pada Jumat (11/9/2026) di wilayah Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Kasubdit I Kamneg (Keamanan Negara) Ditreskrimum Polisi Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar), AKBP Rikky Aries Setiawan menerangkan bahwa, grup WA true crime community ini berisi orang-orang dari komunitas kejahatan ekstrem. Para partisan dalam grup mempelajari kejahatan-kejahatan nyata sebelumnya, dan mereka memasukkan ke dalam pola pikirnya untuk kemudian mempraktekannya langsung.

“Terhadap grup whatsapp itu ada 29 partisan. Namun, terhadap pencegahan yang kami laksanakan, dengan sendirinya whatsapp grup tersebut membubarkan diri, termasuk untuk adminnya, masih dalam penyelidikan,” papar Rikky, di Markas Polda Jabar, Kamis (17/9/2026).

Rikky menambahkan, partisan yang ada di grup itu bukan hanya ada di Jabar, tetapi jaringan internasional yang kebetulan motivatornya yang membuat tutorial berada di wilayah hukum Polda Jabar.

“Jadi, waktu terdeteksi, kami melakukan pencegahan dan mendapati bahwa di kediaman tersangka di Ciwaruga, Parongpong, ada bahan-bahan peledak, senjata api rakitan, hingga video-video tutorial tersangka yang sudah mempraktekan atau uji coba, baik meledakan, menembak, atau menggunakan panah,” tambah Rikky.

Adapun nama admin grup tersebut, lanjutnya Rikky, bernama Rudolf, dan kepolisian masih melakukan pendalaman. Selain itu, Rikky juga menyebut pihak kepolisian telah menyita sejumlah barang bukti, termasuk buku-buku yang berpaham ateis. “Tersangka ini berlatarbelakang dari keluarga baik dengan kehidupan keluarganya ketat terhadap ajaran agama. Namun, karena memang pemikiran si tersangka ini berbanding terbalik 180 derajat, sehingga dia mempelajari hal-hal yang radikal,” jelas Rikky.

Sebenarnya Rudolf ini sehari-harinya berprofesi sebagai pengrajin kayu. Dia juga belajar merakit bom dan senjata secara otodidak sejak SMP lewat Youtube terhadap kejahatan-kejahatan yang sudah pernah terjadi, seperti contoh bom panci yang pernah terjadi di Andir, Kota Bandung silam. (GuYu)