Pemkab Tetapkan Kuota 761 CPNS Jalur Umum, Honorer K2 Asli Gigit Jari lagi

oleh
Plt Bupati Subang, Ating Rusnatim, S.E.,

SUBANG, (PERAKNEW).- Terkait kasus rekrutmen CPNS dari honorer kategori dua (K2) bodong di Kabupaten Subang terus menjadi perhatian publik dan social control, wabil khusus para honorer K2 asli yang telah mengabdi puluhan tahun disejumlah SKPD Kab. Subang. Apalagi saat ini Pemkab Subang melalui Sekda H. Abdurakhman dan Hj. Nina Herlina Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber daya Manusia telah menetapkan dan mengumumkan jumlah kuota penerimaan CPNS tahun ini dari jalur umum sebanyak 761 orang.

Tentu saja hal ini sangat melukai hati para honorer K2 asli, bahkan tindakan tersebut dinilai kembali telah mendzolimi mereka (Honorer K2). Betapa tidak, akibat ulah para pejabat dzolim tersebut kuota mereka yang telah mengabdi puluhan tahun pada rekrutmen periode lalu telah dijual ke K2 siluman dan tahun ini mereka pun terpaksa gigit jari lagi.

Padahal dengan kekuatan otonominya, pemkab Subang bisa menolak upaya rekruitmen CPNS dari jalur umum dan lebih memprioritaskan Honorer K2 asli. Ada apa dengan mereka (Sekda dan Ka BKPSDM)? Mudah- mudahan saja tidak ada niat bermufakat jahat dibalik rekrutmen tersebut.

Berikut hasil pantauan Perak dibeberapa SKPD terkait rekrutmen CPNS k2 bodong, di UPTD Pendidikan Cisalak yang masih kedapatan tidak tertib administraisi diindikasi membuat data palsu atau memajukan Tanggal SK dan TMT, yang mana terdapat ada beberapa Honorer SK dan TMT nya pada hari libur Nasional pada CPNS Formasi K2 tahun 2013, diantaranya hari minggu dan Tahun baru masehi sebut saja salah satunya Deden.

Di kantor Pemerintahan Kecamatan Cisalak ada PNS bernama Wace Taufik (46) terindikasi berasal dari Formasi K2 Yang Tidak memenuhi  Syarat (TMS) atau alias sukwan bodong, sebab selama sepuluh tahun sebenarnya ia bekerja diperusahaan Aqua di wilayah Cisalak.

Ketika ditemui Perak WT yang didampingi Sekmat Pemcam Cisalak (18/1/2018), WT terlihat gugup saat menjawab pertanyaan bertugas dimana saat sebagai tenaga honorernya. Jawaban WT berubah- ubah, ia mengaku pernah mengabdi di BPKAD dan Dishub. Anehnya ketika ditanya siapa pimpinanya, WT tidak tahu, bahkan saat WT mendapat SP/ SK/ TMT pun tidak mengetahui siapa yang menandatangani.

Selanjutnya di UPTD Pendidikian Kecamatan Kasomalang, dilembaga ini pun terindikasi ada Honorer K2 bodong yang telah diangkat PNS, sementara honorer yang asli banyak yang tidak lulus.

Disana Perak bertemu langsung dengan Ka.UPTDnya Wahyudin, ia berharap agar pengangkatan K2 berikutnya tidak seperti dulu lagi, dimana yang benar- benar Sukwan berjuang lama tidak terangkat tetapi yang baru bertugas sebentar sudah terangkat, selain itu para Staf juga terlihat kaget dan agak kebingungan bahwa masih ada data-data K2 yang SK/TMT nya diragukan yaitu berada di hari Libur Nasional yang logikanya tidak mungkin seorang pejabat menandatangani SK/SP pada hari Tahun Baru.

Ditempat lain, kaUPTD Pendidikan Kecamatan Tambakdahan, Jafar. S saat dikonfirmasi Perak (30/02/2018) menyatakan pihaknya pada tahun 2013-2014 hanya memverifikasi dipendataannya saja.“Mengenai hal lain terkait data-data K2 dan berkas yang diberikan adalah kewenangan dari Pihak BKD adapun terkait Indikasi dua orang Sukwan yang terindikasi bodong yang tertera didata base, UPTD tidak mengetahui lebih jelas, memang logika dari segi usia yang dinilai masih sangat relatif muda dan yang kedua terkait ijazah terakhirnya pun tidak singkron dengan SK/TMT yang mana pada saat itu masih lulusan SMA sedangkan standarnya seorang guru adalah dari lulusan S1 namun ini semua sudah melalui verifikasi dan proses. Jika pun ada keraguan didalamnya kami tidak paham betul,” paparnya.

Lebih lanjut Jafar mencotohkan ketika penerimaan pengangkatan K2 di tahun 2004-2005 Surat Keputusan itu ditandatangani oleh masing-masing Kepala Sekolah baru ditanda tangani Kepala Cabang Dinas. Namun demikian, Jafar mendukung dan terus berupaya untuk menegakkan kebenaran didalam pendidikan. “Kami selalu selektif dan objektif dalam memverifikasi,” pungkas Jafar .

Pun di Kelurahan Sukamelang, kecamatan Subang menurut sumber yang layak dipercaya ada beberapa PNS yang diangkat dari honorer K2 diduga honorer siluman atau dafatr hadirnya ada sementara orangnya tidak pernah masuk, berikut inisial mereka, TH, YHM, JAM, HA diduga karyawan Konimex, YA.

Didinas lainnya, RM saat ini bertugas di Dinkes diduga saat sukwannya bekerja di BPR Kalijati dan DD SPnya kecamatan Subang sekarang di Bagian Keuangan Pemda. Pepen

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *