oleh

Para Petani Pantura Mengeluh Sawahnya Kekeringan, Miris…! Distan-PJT Malah Salahkan Petani

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Seperti yang lagi ramai diperbincangkan dan dikeluhkan para petani di Wilayah Pantai utara (Pantura) Kabupaten Subang, atas nasib yang dialami setiap tahunnya harus mengalami kerugian, karena sawahnya kerap dilanda kekeringan yang disebabkan kurangnya pasokan air.

Seorang pegawai Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Tambakdahan, Handaka Dwi P dalam cuitan di akun Facebook (Fb)nya mengatakan, “Petani dituntut menghasilkan padi sekian ton per hektar, namun tidak ditunjang dengan sarananya, bagai mana bisa meningkatkan hasil padi, wong airnya tidak ada, ini menandakan, bahwa dinas pertanian tidak bisa kerja secara optimal (molor),” ujarnya.

Pasalnya, berdasarkan hasil wawancara Perak, bahwa sering kali pihak Pengairan atau Perusahaan Jasa Tirta (PJT) dan Dinas Pertanian (Distan) Subang berdalih, bahwa permasalahan kekeringan ini terjadi, atas kesalahan pada petani itu sendiri, karena tidak bisa diatur tentang jadwal waktu masa tanam atau Tata Golongan Tanam (TGT).

Namun aneh, jika kekeringan itu terjadi lantaran kesalahan petani, kenapa Dinas Pertanian ataupun pihak PJT tidak bisa mencarikan solusi lain, bila perlu bertindak tegas melalui pihak berwajib, karena ada sebagian oknum petani juga yang melakukan penggarapan tanah bantaran sungai irigasi di areal pesawahan hingga berani mengikis tanggul sungainya, bahkan hingga putus dan mengakibatkan aliran air sungai tak beraturan, bahkan mengakibatkan pendangkalan pada saluran sungai dimaksud. Atang S

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya