Padalarang Dibanjiri Sampah Pasca Lebaran

oleh -16 views

KBB, (PERAKNEW).- Pasca Lebaran/ Idul Fitri 1440 Hijriah-2019, tumpukan sampah menggunung di depan Pasar Tagog Padalarang, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kebupaten Bandung Barat (KBB).

Kepala UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Rudi Kuntadi mengatakan, “Sebetulnya untuk mengantisipasi penumpukan sampah, sebanyak 40 ton sampah sudah diangkut oleh UPT Kebersihan DLH, pada malam lebaran. Sampah tersebut didominasi oleh sampah rumah tangga dan sampah pasar,” ujarnya, Senin (10/6/19).

Lanjut Rudi, “Sampah-sampah tersebut, merupakan hasil dari operasi bersih yang dilakukan selama semalam penuh di tiga wilayah, yakni Kec. Padalarang, Kec. Lembang dan Batujajar. Banyak diantaranya sampah bekas konsumsi masyarakat dan bekas para pedagang dadakan.

Jumlah total sekitar 136 meter kubik dan yang paling banyak dari Padalarang sampai 100 meter kubik. Itu dari dipo dan pasar Tagog, ditambah dari para pedagang dadakan, setelah selesai jualan banyak yang membuang sampah,” tuturnya.

Masih menurutnya, pasca libur lebaran, volume sampah yang dianggkut sebanyak 12 ton, terlebih di dearah wisata yang notabene banyak orang atau wisatawan yang berkumpul, sehingga menyebabkan banyak tumpukan sampah, “Kami UPT Kebersihan Bandung Barat semaksimal mungkin menginstruksikan petugas bersiaga mengangkut sampah. Hal ini sudah menjadi kebiasaan setiap menjelang Bulan Ramadhan, Lebaran dan pasca Libur Lebaran. Volume samapah di KBB mengalami peningkatan yang cukup drastis. Hal tersebut berbanding terbalik, dengan ketersedian sarana dan prasarana penunjang untuk memberikan pelayanan sampah,” ungkapnya.

Rudi manmbahkan, “Hari-hari biasapun, kegiatan pengangkutan sampah bisa melebihi yang telah ditetapkan, misalnya Pasar Tagog Padalarang, per minggu sebanyak delapan ritase armada mengangkut penumpukan, untuk armada ada 38 unit untuk 16 kecamatan. Bahkan satu unit bisa dua ritase pengangkutan sampah, sementara sampah di Gedong lima ada sekitar empat ritase belum Pasar Tagog yang dijadwalkan delapan ritase,” katanya.

Untuk itu, dia menghimbau kepada masyarakat, “Agar selalu menjaga lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan. Pada musim mudik kemarin, kami menggiatkan program mudik bareng sambil bersih-bersih. Alhamdulillah ini mendapat respon fositif dari masyarakat sekitar” pungkasnya. (Rushendi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *