oleh

Kesaksian Warga Desa Kayu Angin Saat Terjadi Gempa

MAJENE-SULBAR, (PERKNEW).- Berdasarkan hasil pantauan Perak di lapangan bersama Tim Investigasi Lskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Cabang Polman, bahwa Permukiman Warga Desa Kayu Angin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang di guncang gempa berkekuatan 5,9 – 6,2 magnitudo Skala Richter (SR) masih mengisahkan trauma yang tidak dapat mereka lupakan sampai saat ini.

Ia menceritakan guncangan saat itu adalah sebuah peristiwa yang sangat luar biasa, “Baru saya rasakan begitu dahsyatnya guncangan gempa ini, itu di bawah tanah bagaikan suara BOR yang mengeluarkan suara hingga kami tak tau mau kemana nasib kami saat itu,” dikisahkannya warga Desa Kayu Angin.

Menurutnya, sampai hari ini guncangan masih saja mereka rasakan tanpa henti,, “Selalu gempa namun tak seperti saat itu, kini hanya guncangan ya, tak begitu besar, tapi setiap hari, bahkan 2-3 kali dalam sehari,” ujar warga desa tersebut. (Subri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya