Kegiatan BUMDes Se-Kec. Blanakan Diduga Fiktif

oleh
Koordinator APDESI Blanakan usai diwawancarai Perak

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Kegiatan program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dibiayai dari Dana Desa (DD) Tahap II Tahun 2017, di sembilan desa se- Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat (Prov Jabar), diduga fiktif.

Camat Blanakan, Nono Suparno

Faktanya, belum lama ini, dari hasil investigasi Perak, bahwa hingga saat ini sudah tutup buku anggaran pemerintah tahun 2017 dan realisasi DD tahap I tahun 2018 akan terealisasi kembali dalam waktu dekat ini, kegiatan BUMDes dimaksud, belum nampak pula ada pelaksanaan, melainkan hanya baru pembentukan pengurusnya saja.

Begaimana tidak, hal itu disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Jayamukti, Kec. Blanakan, selaku Koordinator APDESI Blanakan, Dartim saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jum’at (04/5/18). “Kegiatan BUMDes seluruh desa se- Kecamatan Blanakan yang dibiayai masing-masing desa senilai 40% (Empat puluh persen) dari nominal DD tahap dua tahun 2017 ini belum berjalan, karena nunggu AD/ARTnya dari pendamping desa dan pihak provinsi, katanya sih Hari Selasa, minggu depan. Kalau pengurus BUMDesnya sudah dibentuk, hanya Desa Blanakan saja yang belum membentuk kepengurusan BUMDes, karena kadesnya baru,” tuturnya.

Kegiatan usaha dalam BUMDes ini, lanjut Dartim ada empat program, “Simpan pinjam, jasa, permodalan dan distribusi,” ujarnya.

Selain di sembilan desa, menurutnya, bahwa Pemerintah Kec. Blanakan pun membentuk BUMDes bersama yang dibiayai oleh seluruh desa tersebut, melalui dana DD itu sendiri.

“Pihak pemerintah kecamatan juga membentuk BUMDes bersama untuk meliputi satu Kecamatan Blanakan, dibiayai dari sembilan desa, masing-masing desa senilai Empat puluh persen dan itu sudah berjalan, walaupun terkesan tumpang tindih dengan BUMDes disetiap desa, tapi itu disepakati oleh seluruh kades se-Kecamatan Blanakan, selaku motivator dan investor dalam permodalan BUMDes bersama tersebut,” kata Dartim.

Disisi lain, BUMDes diseluruh desa tersebut belum aktif, Dartim menegaskan, “Saya pribadi akan menutup realisasi dana tambahan dari DD tahun 2018, jika BUMDesnya belum berjalan sampai bulan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, diwaktu yang sama, Camat Blanakan, H. Nono Suparno, A.Pi,.M.M., di ruang kerjanya mengatakan, “Dana yang disisihkan dari Dana Desa untuk BUMDes itu, enam puluh persen dikelola desa dan empat puluh persen dikelola kecamatan, artinya BUMDes bersama ini bukan milik camat, tapi milik para kepala desa dan SK dari sananya juga, SK para kepala desa,” ujarnya.

Masih kata Nono, “Pembentukan pengurus BUMDes bersama ini sudah ada dan AD/ART BUMDes bersama sudah ada dan kegiatannyapun sudah berjalan. Pinjaman modal untuk masyarakat sudah berjalan, untuk masyarakat luar Blanakan juga boleh, bebas. Namun, Rencananya akan menyediakan berkaitan dengan bantuan pangan non tunai, agar kartu KPM tidak di utang, sering ada masyarakat, ketika kartunya sudah digesek, beras dan telurnya belum dikasihkan, karena warung dan BRIling tidak punya modal,” ungkapnya.

Lanjutnya, “Yang saya lihat, BUMDes yang sudah berjalan di desa, yaitu Cilamaya Hilir, Rawameneng dan Muara. Yang lainnya juga sepertinya sudah berjalan, tapi secara percisnya saya kurang tahu. Mengenai Desa Blanakan belum membentuk BUMDes, kata kades yang baru, bahwa uangnya dialokasikan untuk pembangunan fisik oleh kades sebelumnya, coba tanyakan langsung saja, kalau ingin jelas,” ujar Nono.

Pada hari yang sama, menyikapi hal itu, Kades Blanakan, Isnaeni Ali, di kantornya menerangkan kepada Perak, “Masalah BUMDes Desa Blanakan bukan kewenangan saya, karena dari tanggal 25 Januari 2018 saya mulai star bekerja, tidak ada BUMDes, uangnya dialokasikan untuk pembangunan fisik oleh kades lama, bersama sekdesnya, Heri Susanto, yang sekarang ditarik ke kecamatan, untuk kejelasan BUMDes ini, kami juga masih terus mencari keberadaan Heri Susanto, tapi dia selalu tidak ngantor di kecamatan, sering ke sekretariatnya, di secretariat karang taruna, di Subang gak pernah ketemu,” tuturnya.

Berikut ini data pengumpulan uang senilai 40% (Empat puluh persen) potongan dari 10% (Sepuluh persen) penyisihan dari DD tahap II tahun 2017 seluruh desa se-Kec. Blanakan yang dianggarkan untuk BUMDes Bersama Pemcam Blanakan, yaitu Desa Tanjungtiga senilai Rp42.420.640,-, Muara Rp32.000.000,-, Langensari Rp32.800.000,-, Blanakan Rp35.600.000,-, Jayamukti Rp36.779.780,-, Rawamekar Rp32.000.000,-, Rawameneng Rp48.000.000,-, Cilamaya Girang Rp38.160.800,-, Cilamaya Hilir Rp60.000.000,-. Jika dijumlahkan menjadi sebesar Rp357.761.220,-. (Hendra/Anen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *