Ibu Ami Penjahit Pakaian Butuh Bantuan Pemerintah

RAGAM, SUBANG3,638 views

PAGADEN-SUBANG, (PERAKNEW).- Belajar keahlian menjahit pakaian sejak kecil dari orang tuanya, dengan mesin jahit sederhana, seorang ibu, bernama Ami, Warga Kampung Babakan Gembor RT/RW-18/06, Desa Gembor, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, mampu memenuhi setiap harinya pemesan berbagai model pakaian mudah jahit hingga sulit, mulai dari pemesanan seragam ibu-ibu majelis taklim hingga personil group-group seni jaipong dan perorangan.

Seperti diketahui, bahwa para pemesan pakaian yang datang ke Ami, bukan hanya dari dalam desanya, namun hingga luar desa bahkan se-Kabupaten Subang.

Namun sayang, kemampuan menjahitnya per hari bisa 5 (Lima) sampai 19 (Sembilan belas) potong baju itu, hingga kini belum pernah ada dukungan baik moril ataupun materil dari pemerintah.

Minggu (9/9/2018), saat diwawancara Perak, Ami mengatakan, “Alhamdulillah, pemesan tidak pernah kosong, dari yang permak atau yang membetulkan, dari perorangan hingga dari ibu-ibu majelis taklim atau dari Group Jaipongan. Soal penghasilan, saya tidak bisa ditentukan per harinya. Kalau ada milik, sampai Rp500 Ribu per hari, kalau tidak ada, paling hanya ada yang membetulkan saja Rp50 Ribu, ya ginana rejekinya saja,” tuturnya.

Masih menurut Ami, “Ya kalau mengenai bantuan dari pemerintah, saya belum pernah terima. Mudah-mudahan sih ada, supaya saya punya mesin obras yang bagus yang modern, tidak seperti yang sekarang kuno dan lagi saya butuh dinamo mesin jahit biar ga cape seperti sekarang,” ungkapnya berharap kepada pemerintah.

Sementara itu, menurut salah seorang pelanggannya, bernama Mimin, Warga kampong Jabong mengatakan, “Memang benar kualitas pembuatan baju di Ibu Ami sangat memuaskan, karena hasil yang ia kerjakan sangat bagus dan rapih, saya juga memesan baju sampai 20 potong, pekerjaan itu hanya di kerjakan 3 hari saja dan hebatnya, cara memotong kain itu, sangat cepat, pokonya top lah, pokonya kalau soal belum ada bantuan pemerintah yang begini justru pemerintah harus ekstra memperhatikan, karena yang kaya begini bisa membuka lapangan jerja,” ujarnya meyakinkan pemerintah. Adih