oleh

DLH Jabar Dukung Penutupan Usaha Tambak Udang Vaname Jayamukti

BLANAKAN-SUBANG, (PERAKNEW).- Tindaklanjuti permasalahan pencemaran lingkungan Limbah Tambak Udang Vaname Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat (Prov Jabar) adakan rapat musyawarah di kantornya, di Bandung, Jum’at, 16 November 2018.

Rapat dihadiri oleh Camat Blanakan, (Aet), Kades Jayamukti, (Dartim) Para Petani Tambak Udang Vaname Tradisional Jayamukti dan Ketua KUD Blanakan, beserta DLH Kab. Subang juga dinas terkait lainnya, satu diantaranya Perhutani.

Adapun hasil rapat menyatakan, bahwa Kepala DLH Jabar mendukung pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Subang untuk melakukan penutupan kegiatan usaha Tambak Udang pelaku pencemaran lingkungan yang menyengsarakan petani tambak udang vaname tradisionla tersebut.

Demikian diungkapkan Aktivis Pemerhati Lingkungan (APL), Bambang Marwoto melalui handponnya kepada Perak.

Sementara itu, di sisi lain puluhan masa Forum Petani Tambak Udang Vaname Tradisional Blanakan dibantu Komunitas Anak Muda Peduli Anti Korupsi (KAMPAK) menggelar aksi turun ke jalan dan menggeruduk Kantor Bupati Subang dan Mapolres Subang, pada Hari Kamis, 8 November 2018.

Dalam orasinya, mereka mendesak Plt Bupati Subang, Ating Rusnatim agar bertindak tegas terhadap pengusaha udang vaname yang mencemari lingkungan tersebut, “Pak Ating jangan tidur saja, lihat rakyatmu menjerit tercemari lingkungannya oleh limbah tambak udang vaname milik pengusaha. Tidak hanya itu, penghasilan kami sebagai petani tambak udang tradisional, juga menurun drastis, yang tadinya sehari dapat seratus sampai dua ratus ribu rupiah, sekarang hanya tujuh ribu rupiah. Mana nuranimu, jika peduli terhadap rakyat, segera tutup kegiatan usaha vaname itu,” teriaknya geram bercampur sedih atas penghasilnnya yang kian merendah tersebut.

Lanjut mereka, “Bapak Kapolres, tangkap Oknum pengusaha udang vaname yang mencemari lingkungan kami,” tandasnya.

Seperti telah diberitakan Perak di edisi-edisi sebelumnya, bahwa mereka pun telah secara resmi melaporkan kasus dugaan Penyimpangan Pelaksanaan Program Budidaya Udang Vaname dan Bantuan Alat Berat (Belko), di Wilayah Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, ke Mapolres, Selasa (06/11/2018). (Hamid)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya