oleh

Diduga Pekerjaan TPT BBWSC Menyimpang, Oknum Aparatur Pemdes Tanjungrasa Menyanggah

TAMBAKDAHAN-SUBANG, (PERAKNEW).- Terkait pemberitaan Perak soal dugaan penyimpangan pelaksanaan pekerjaan Tembok Penyangga Tanah (TPT) yang dibiayai pemerintah atau uang rakyat senilai ratusan juta rupiah, berlokasi di Blok Pertanian Kosambi, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, diantaranya tak memasang papan informasi dan diduga tak memakai bangunan pondasi.

Ketua Tim Pelaksana, Carnadi alias Subro yang juga sebagai Bendahara pada Pemdes Tanjungrasa bersama Ade Darsam (Bendahara LPM Desa Tanjungrasa) dan Ajum (Satgas Pemdes Tanjungrasa) mendatangi kediaman Wartawan Perak, bernama Tabroni, masih beralamat di desa setempat, bertujuan menyanggah pemberitaan tersebut, belum lama ini.

banner 728x90

Pasalnya, bahwa Subro melaksanakan pekerjaan TPT itu dengan sesuai Bestek dan Rencana Anggaran Belanja (RAB), “Kami melaksanakan pekerjaan ini sudah benar, karena dalam proses pekerjaan, selalu diawasi oleh Pengawas/ Konsultan dari BBWSC, kalau tidak sesuai bestek pekerjaannya, pasti bangunan TPT ini sudah dibongkar kembali dan harus diperbaiki, tapi buktinya tidak, sampai sekarang bangunan TPT sudah selesai tidak ada masalah atau teguran dari BBWSC,” tuturnya berdalih.

Lanjut dia, “Intinya, dengan pemberitaan Perak atas pekerjaan TPT ini, kami tidak terima, karena pekerjaannya sesuai dan papan proyek juga kami pasang, adapun saat Perak ke lapangan sudah tidak ada, mungkin terbang tertiup angin,” dalihnya lagi.

Menyikapi sanggahan tersebut, Perak kembali melakukan pengukuran bangunan TPT yang sudah rampung dikerjakan oleh Subro itu.

Faktanya, dari hasil pengukuran Perak, volume Panjang TPT 287,6 Meter, Lebar atas 35 Cm, Lebar bawah 40 Cm dan Tingginya 90 Cm, dari hasil hitungan Perak, menggunakan rumus mencari kubikasi (M3), yaitu PxLxT pada bangunan TPT tersebut, hasilnya mencapai 130 kubik (M3) dikali 2, menjadi 260 Kubik (M3), karena pekerjaan TPT kanan-kiri dengan ukuran yang sama Panjang 287,6 Meter dikali 2 sama dengan 575,2 Meter, volume Lebar bawah, Lebar atas dan tingginya juga sama.

Jika biaya belanja bahan material, diantaranya batu, pasir dan semen untuk pekerjaan TPT tersebut, Rp400.000,- per kubik standar pasarnya, ditambah upah borongan kerja Rp120.000,- per Kubik, sama dengan total biaya pekerjaan TPT tersebut Rp520.000,- per Kubik dan dikali total kubikasi pekerjaan TPT ini, yaitu 260 Kubik, sama dengan Total Biaya Pekerjaan TPT ini, senilai Rp135.200.000,-.

Sementara, berdasarkan hasil investigasi Perak, bahwa TPT itu dibiayai melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (DJSDA) Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Citarum (SKO-PSDAC), Alamat Jalan Inspeksi Cidurian Soekarno-Hatta STA 5600 Bandung dengan Biaya Pelaksanaan Rp194.809.000,-.

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2020,  Pelaksana Kegiatan P3A Tirta Mekar, Nomor Kontrak HK.02.03/PPK OPSDA III-AV/P3-TGAI/329/2020, Waktu Pelaksanaan 70 Hari Kalender.

Seperti telah diberitakan Perak di edisi sebelumnya, pekerjaan TPT ini, untuk pengadaan bahan material bangunananyapun diduga tidak sesuai spesifikasi pekerjaan, karena ditemukan bahan material campuran, ada batu belah dan batu currie.

Sementara itu, selain tidak sesuai spesifikasi termasuk juga TPTnya tidak pakai pondasi, hanya mengupas lumpur pada draenasenya saja. (Hendra/Tabroni)

Berita Lainnya