oleh

Diancam Kembali Didemo, Akhirnya KSOP Patimban Kabulkan Permintaan Nelayan

SUBANG, (PERAKNEW).- Diancam kembali didemo, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Patimban (Pelaksana Harian), Febrianto D. Iskandar melayangkan surat tanggapan rencana kegiatan Audensi, nomor UM.006/72/II/KSOP-PMB/2021, ditujukan kepada LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP) selaku kuasa pendampingan Paguyuban Nelayan Patimban dan Ujung Gebang, tertanggal 26 Februari 2021, perihal Pembahasan Tuntutan Kompensasi untuk Nelayan Terdampak Pelabuhan Patimban, yang akan diselenggarakan pada Hari Kamis, 4 Maret 2021, Pukul 10:00 WIB sampai dengan selesai, di Kantor Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Pusakanagara.

Seperti telah ditegaskan oleh Ketua Umum (Ketum) FMP, Asep Sumarna Toha atau Abah Betmen sapaan akrabnya, berorasi pada Hari Kamis minggu lalu, 25 Februari 2021, di Kantor Pemcam Pusakanagara, minta KSOP Patimban konsisten (taat azas dan tidak berubah-ubah) dalam menanggapi aksi tuntutan kompensasi nelayan tersebut, “Kami minta KSOP konsisten dalam janjinya, jangan kalian yang berjanji dan kalian pula yang mengingkarinya. Karena kebohongan yang dilakukan KSOP terhadap kami ini, bukan yang pertama kali, namun sudah yang kesekian kalinya, apalagi alasannya selalu ada hal pergantian Kepala KSOP. Jangan-jangan Kepala KSOP selalu diganti, karena ada aksi kami, karena setiap kami aksi selalu ada pergantian Kepala KSOP,” tandas Abah Betmen diserukan oleh para nelayan.

Baca Juga: KSOP Pelabuhan Patimban Ingkar Janji, Puluhan Nelayan Geruduk Kantor Pemcam Pusakanagara

Lanjut mereka menegaskan, “Kami beri toleransi satu kali lagi, tolong ya Pak Kudrat dan Pak Ansori sampaikan kepada pimpinan KSOP yang baru ini, jika pihak KSOP Patimban ingin beraudensi dengan kami lagi, kami tunggu kabarnya sampai besok Hari Jum’at sore, tentukan dimana, kapan waktunya dan harus menghadirkan semua pihak pengusaha atau kontraktor yang terlibat dalam Mega Proyek Pelabuhan Patimban ini. Awas jangan ingkar janji lagi. karena kami akan menggelar aksi-aksi yang lebih besar lagi dari aksi-aksi sebelumnya. Perlu diketahui, di daerah lain pas area tangkap ikannya, lautnya digerus oleh pelabuhan, para nelayan setempat yang terdampak semuanya diberi dana kompensasi, kenapa di Patimban ini tidak?,” tegasnya geram. (Hendra)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya