oleh

KSOP Pelabuhan Patimban Ingkar Janji, Puluhan Nelayan Geruduk Kantor Pemcam Pusakanagara

PUSAKANAGARA-SUBANG, (PERAKNEW).- Berawal dari Ratusan Nelayan Terdampak Pelabuhan Patimban Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang bersama Nelayan Desa Ujung Gebang, Kec. Sukra, Kab. Indramayu didampingi LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP) menggelar aksi unjuk rasa di dalam Area Pelabuhan Internasional (Patimban), pada minggu lalu, Hari Kamis, 18 Februari 2021.

banner 728x90

Faktanya, pada saat aksi digelar, pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban menjanjikan akan memberikan tanggapannya melalui audensi pada minggu ini, Hari Kamis, 25 Februari 2021, di Aula Kantor Pemerintahan Kecamatan (Pemcam) Pusakanagara, namun KSOP telah mengingkari janjinya itu, sebagaimana ditulis dalam suratnya yang ditujukan kepada FMP selaku kuasa pendampingan para nelayan tertanggal 22 Februari 2021 itu, bahwa KSOP ingkar janji dengan alasan ada pergantian Kepala KSOP.

Hal itu menimbulkan kegeraman kembali, sehingga para nelayan menggeruduk Kantor Pemcam Pusakanagara, pada hari Kamis yang dijanjikan KSOP tersebut.

Kali ini, masa aksi diajak masuk ke dalam Aula Kantor Pemcam Pusakanagara untuk beraudansi oleh dua orang Staf atau Perwira Jaga KSOP Kelas II Patimban, bernama Kudrat Suhud dan Ansori yang dimediasi oleh Camat Pusakanagara, Drs. Muhamad Rudi, M.M., dan Kapolsek Pusakanagara, AKP Hidayat beserta jajaran Anggota Intelejen Polsek Pusakanagara dan Polres Subang.

Dalam kesempatan itu, perwakilan masa aksi Nelayan Patimban dan Ujung Gebang dibantu Ketua Umum FMP, Asep Sumarna Toha atau Abah Betmen sapaan akrabnya berorasi minta jawaban yang konsisten (taat azas dan tidak berubah-ubah), “Kami minta KSOP konsisten dalam janjinya, jangan kalian yang berjanji dan kalian pula yang mengingkarinya. Karena kebohongan yang dilakukan KSOP terhadap kami ini, bukan yang pertama kali, namun sudah yang kesekian kalinya, apalagi alasannya selalu ada hal pergantian Kepala KSOP. Jangan-jangan Kepala KSOP selalu diganti, karena ada aksi kami, karena setiap kami aksi selalu ada pergantian Kepala KSOP,” tandas Abah Betmen diserukan oleh para nelayan.

Lanjut mereka menegaskan, “Kami beri toleransi satu kali lagi, tolong ya Pak Kudrat dan Pak Ansori sampaikan kepada pimpinan KSOP yang baru ini, jika pihak KSOP Patimban ingin beraudensi dengan kami lagi, kami tunggu kabarnya sampai besok Hari Jum’at sore, tentukan dimana, kapan waktunya dan harus menghadirkan semua pihak pengusaha atau kontraktor yang terlibat dalam Mega Proyek Pelabuhan Patimban ini. Awas jangan ingkar janji lagi. karena kami akan menggelar aksi-aksi yang lebih besar lagi dari aksi-aksi sebelumnya. Perlu diketahui, di daerah lain pas area tangkap ikannya, lautnya digerus oleh pelabuhan, para nelayan setempat yang terdampak semuanya diberi dana kompensasi, kenapa di Patimban ini tidak?,” tegasnya geram.

Diakhir orasinya, ada salah seorang Nelayan Patimban yang sempat mencurahkan semua keluhannya sambil menangis tersendu-sendu dihadapan semua orang yang hadir dalam aksi itu, karena terlalu lama mengalami kesengsaraan atas dampak buruk Pelabuhan Patimban yang menimpanya itu, “Kami menjerit atas adanya Pelabuhan Patimban ini, penghasilan kami sebelumnya, melaut dapat hasil sampai Rp500 Ribu per hari, tapi sekarang hanya dapat Rp50 Ribu, sementara ongkos melaut Rp 70 Ribu per hari. Kami tidak bohong, silahkan bapak-bapak turun ke Genteng, Trumtum, Galian dan Ujung Gebang, kami menjerit pak, untuk makan saja susah, apalagi untuk biaya sekolah anak, kami sudah mengadu ke pejabat yang diatas, tapi tidak didengar, apa mereka tuli atau bedek, lalu kami harus mengadu kemana lagi? Terus terang kami mendukung pelabuhan ini, tapi tolong juga dukung kami dan realisasikan tuntutan kami ini,” ungkapnya bercucuran air mata.

Mendengar orasi dan jeritan nelayan tersebut, Staf KSOP Patimban, Kudrat dan Ansori mengatakan, “Hasil audensi ini, kami sudah catat dan langsung akan kami sampaikan kepada pimpinan sepulang dari sini. Untuk kabar jawaban dari pimpinan, kami akan cepat sampaikan kepada bapak-bapak nelayan pula melalui Kanit Intel Polsek Pusakanagara, Pak Gandi. Kami berdua hanya staf perwira jaga pak, tidak ada kewenangan apa-apa, hanya diperintah untuk menemui bapak-bapak saja,” dalihnya didampingi Kapolsek dan Camat Pusakanagara. (Hendra/Anen)

 

Berita Lainnya