oleh

Bupati Subang Bantah 200 Bidang Program TORA Kena Abrasi

PERAKNEW.com – Menanggapi pemberitaan Humas dan Protokol Pemda Subang yang menyebutkan, bahwa dari hasil cek lapangan atau Monitoring evaluasi (Monev) Program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) Tahun Anggaran 2021 di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat pada Minggu lalu, Hari Selasa, 30 Mei 2023 telah hilang 200 bidang dari total seluruhnya 500 bidang obyek TORA tersebut akibat terkena Abrasi Laut.

Anehnya hal itu dibantah oleh Bupati Subang, H Ruhimat atau akrab disapa Kang Jimat saat diwawancarai Perak TV di Desa Majasari, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang pada Kamis, 8 Juni 2023 menyatakan, belum tahu kena abrasi atau tidaknya sebanyak 200 tersebut.

Kang Jimat mengungkapkan, bahwa pihaknya hanya survei lapangan saja dan hasil surveinya sedang dalam proses pengkajian oleh pihaknya.

Lebih jauh Kang Jimat menjelaskan, bahwa untuk membuktikan soal kebenaran dan siapa yang salah atau benarnya dalam permasalahan Program Tora 2021 ini sedang dipelajarinya.

Sementara, pada Hari Rabu 7 Juni 2023 Kepala Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Subang, Andi Kadandio Alepuddin A.Ptnh.,M.Si., di kantornya menyatakan, soal 200 bidang obyek program Tora 2021 tersebut, yang berwenang menentukan terkena abrasi atau tidaknya adalah pihak Dinas Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga : Wartawan Perak Resmi Laporkan Pelaku Persekusi

Timnya juga masih memproses hasil Monev tersebut untuk menyimpulkannya dan akan diumumkan diakhir Bulan Juni 2023.

Berikut ini berita yang dikutip pada Halaman Facebook Protokol & Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Subang, bahwa Kang Jimat @haji_ruhimat melaksanakan monitoring dan evaluasi lokasi tanah objek Land Reform, bertempat di Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara pada Selasa 30 Mei 2023.

Sebelumnya, di Desa Patimban terdapat 500 bidang tanah yang telah disertifikatkan, namun seiring berjalannya waktu telah hilang 200 bidang tanah yang hilang akibat abrasi tersebut, untuk itu Bupati Subang bersama Kepala BPN Subang Kepala @kantahkabsubang Andi Kadandio Alepudin, A.Ptnh.,M.Si., melakukan monitoring dan evaluasi untuk menemukan data dan fakta terkait hal tersebut.

Seperti diberitakan Perak TV sebelumnya, Kepala Kantor ATR BPN Subang dan Bupati Subang sempat kebingungan untuk melakukan kroscek ke lokasi, meskipun Kasi Penataan dan Pemberdayaan ATR BPN Subang, Hengky Sipayung selaku Ketua Tim Program Tora 2021 pada Internal BPN ikut dalam rombongan Monev itu, namun tidak menguasai titik lokasinya.

Sehingga harus dituntun oleh Ketua Umum Forum Masyarakat Peduli Jawa Barat (FMP Jabar), Abah Betmen untuk bisa tiba di lokasi titik koordinat obyek Tora tersebut, yang faktanya adalah hamparan laut atau Teluk Cidaon Pantai Cirewang alias bukan tanah timbul.

Baca Juga : Pengakuan Petugas Ukur, Tegas Menyatakan Tidak Pernah Melakukan Pengukuran Lahan TORA 2021

Ketika ditanya Perak atas lokasi obyek titik koordinat program Tora 2021 yang dikrosceknya itu berbentuk apa, Kakan ATR BPN Subang menjawab dan membenarkan bahwa obyek yang di survei olehnya bersama rombongan Bupati Subang itu, adalah Teluk atau sama saja dengan Pantai yang menjorok ke daratan dan dibatasi oleh daratan pada ketiga sisinya dan banyak dimanfaatkan sebagai pelabuhan. (Hendra/Jajang)

Berita Lainnya