BPJS Terancam Bangkrut Tak Mampu Bayar RSUD Ciereng

HUKRIM, SUBANG7,240 views

SUBANG, (PERAKNEW).- Setiap pasien yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng Subang hampir 90% mempergunakan BPJS. Namun, selama ini berobat jalan ataupun rawat inap di RSUD banyak pasien yang mempergunaka BPJS  selalu tersandung dengan masalah pembelian obat.

Padahal, pasien yang berobat dengan mempergunakan BPJS mereka selalu membayar setiap bulannya.

Masalah tersebut bukan saja dikeluhkan oleh para pasien, tetapi pihak RSUD Ciereng pun mengeluh.

Pasalnya, pembayaran dari pihak BPJS belum selesai ke RSUD Ciereng, yang mana selama ini belum terealisasi, malah pihak BPJS mengusulkan ke RSUD Ciereng untuk meminta pinjaman ke pihak lain, dengan itikad BPJS seperti itu, jelas berdampak kepada pelayanan terhadap pasien dan kini sudah dirasakan di Subang.

Jum’at (14/9/18), Humas RSUD Ciereng, Mamat mengatakan, “Terima kasih, saya akan menyampaikan masalah yang terjadi di BPJS terhadap rumah sakit ini, bahwa untuk bulan ini, rumah sakit umum menunggak anggaran  sebesar 9,5 miliar dan harus dibayar jatuh tempo tanggal 28 Agustus kemarin, sementara ini, BPJS sudah datang ke kami, Hari Senin kemarin dan menurut mereka ada kesulitan di bagian keuangan, sehingga dari pihak BPJS itu, menyarankan agar RSUD meminjam uang ke pihak lain, padahal sebenarnya pihak kami sudah melayani pengguna BPJS. Kenapa kami yang harus meminjam, seharusnya pihak mereka (BPJS) yang harus bisa membayar ke pihak kami,” tandasnya.

Lanjut Maman, “Aturannya sudah jelas, yang harus dipakai untuk membayar itu dari mana sumber anggarannya dan kami akan kesulitan kalau terhambat masalah itu. Dari segi pemberian obat ada jasa-jasa lain yang harus dibayar, terus ada juga bahan lain yang tidak terduga dan berapa kebutuhan pasien yang harus dibeli, kalau seandainya tidak dibayar, dampak buruk yang akan menimpa pihak kami,  jelas pelayanan pasien juga akan terganggu. Tidak menutup kemungkinan, BPJS juga akan mengalami bangkrut,” jelasnya. Adih