BMKG: Bukan Karena Pawang Hujan, Hujan Berhenti di MotoGP Mandalika

BERITA UTAMA, JAKARTA11,421 views

JAKARTA, (PERAKNEW).- Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto berkata hujan reda pada gelaran MotoGP Mandalika di Sirkuit Mandalika, Lombok, minggu( 20/ 3) lalu, bukan karena pawang hujan.

Meskipun ada momen hujan reda dikala pawang hujan bekerja di dalam lintasan Sirkuit Mandalika, Guswanto berkata itu hanya sebuah kebetulan.

Ia berkata hujan reda karena faktor durasi hujan yang telah berakhir.

” Dan buktinya, kan dari awal pawang itu telah bekerja, tapi kan enggak berhenti juga. Jadi sebenarnya kemarin waktu berhentinya itu bukan karena pawang hujan, karena durasi waktunya telah berakhir,” kata Guswanto senin( 21/ 3).

” Jika dilihat prakiraan lengkap ditanggal itu memanglah berakhir dijam itu. Kira- kira jam 16:15 itu telah berhenti, tinggal rintik- rintik itu bisa dilakukan balapan jika dilihat dari prakiraan nasional analisis akibat yang kita miliki BMKG,” ucap Guswanto menambahkan.

Guswanto lantas mengatakan, hujan memanglah dapat diatur dengan metode modifikasi hujan. hal itu berarti mempercepat terbentuknya hujan. Tapi, hal tersebut cuma bisa dicoba bila ada awan hujan.

BMKG Bukan Karena Pawang Hujan, Hujan Berhenti di MotoGP Mandalika 2

” Sebenarnya begini, jika tentang modifikasi cuaca itu merupakan teknologi modifikasi cuaca, yang diartikan itu merupakan mempercepat terbentuknya hujan. Kan awan itu dalam membuat teknologi modifikasi cuaca tersebut syarat awal ialah terdapatnya awan hujan,” ucap Guswanto.

” Jika tidak terdapat awan hujan, tidak bisa. Sehingga gimana ceritanya teknologi modifikasi cuaca itu jadi, pada awan- awan tertentu awan- awan konvektif yang memiliki uap air, itu diberikan inti kondensasi, inti yang berupa ditabur NaCL, garam. Dengan terdapatnya inti kondensasi itu mempercepat untuk pembuatan awan hujan. Jadi demikian kira- kira teknologi yang diartikan dengan teknologi mempercepat terbentuknya hujan. Bukan untuk menahan, bukan. Jadi mempercepat bisanya,” kata Guwanto menambahkan.

Walaupun demikian, BMKG memperhitungkan pawang hujan Rara Istiati Wulandari atau akrab disapa Roro yang jadi sorotan di MotoGP Mandalika merupakan bagian dari kearifan lokal.

” Ya sesungguhnya jika dilihat pawang hujan itu merupakan sesuatu kearifan lokal yang dimiliki masyarakat. Secara saintis itu susah untuk dijelaskan,” kata Guswanto.

BMKG tadinya juga sudah menyampaikan prediksinya bila pada gelaran MotoGP Mandalika berpotensi diguyur hujan lebat.

” BMKG sendiri sebenarnya memiliki[prakiraan] sendiri. Jika kita amati fenomenanya kemarin semenjak 3 hari yang lalu tanggal 17, 18, 19[Maret] itu telah diprakirakan BMKG, kalau di Mandalika itu akan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat,” kata Guswanto.

” Setelah itu tanggal 20 diperkirakan juga hujan lebat diiringi badai petir, mengapa perkiraannya itu? karena pada waktu itu terjadi bibit siklon tropis 93F yang akibatnya itu memberikan potensi perkembangan awan hujan di Mandalika,” ucap Guswanto menambahkan.

Nama Rara atau Raden Roro Istiati Wulandari mulai jadi perbincangan lantaran diucap selaku pawang hujan. Apalagi Mandalika Grand Prix Association( MGPA) memberinya tenda khusus diarea sirkuit.

Kala beraksi di dalam sirkuit, Rara sempat memakai mangkok emas. Sambil memutar- mutarkan serta memukulkan pengaduk pada mangkok emas, dia pula melafalkan doa. Ia nampak beraksi selama setengah jam, di pinggiran Sirkuit Mandalika.

Race MotoGP Mandalika 2022, Pekan( 20/ 3), sempat mengalami penundaan sepanjang 75 menit dari agenda semula karena hujan deras. Balapan akhirnya dimulai jam 15. 15 Wib sehabis hujan reda.

Miguel Oliveira sukses memenangkan balapan MotoGP Mandalika 2022 disusul Fabio Quartararo di podium kedua serta Johann Zarco di podium ketiga.