PERAKNEW.com – Masa transisi pengelolaan Wisata Pantai Pondok Bali di Kabupaten Subang yang kini berada di bawah tanggungjawab Pemerintah Daerah melalui UPT Ciheuleut menunjukkan hasil yang menggembirakan dari sisi setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga pertengahan Juli 2026, setoran yang terkumpul telah mencapai hampir sepertiga dari total setoran satu tahun saat masih dikelola pihak swasta.
Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang, Nenden saat diwawancarai tim Peraknew.com, di ruang kerjanya, pada Rabu (15/7/2026), perbandingan kinerja pengelolaan sudah mulai terlihat jelas, “Dulu saat tahun 2025 masih dikelola pihak swasta, setoran PAD yang diterima daerah dalam satu tahun sebesar Rp370 juta rupiah.
Namun sejak pengelolaan diambil alih pemerintah daerah melalui UPTD, setoran komulatif yang masuk ke kas daerah mulai tanggal 27 April 2026 hingga Juli 2026 sudah mencapai sekitar Rp310 juta rupiah, padahal baru berjalan hampir empat bulan,” ungkap Nenden.
Jika dilihat dari tren yang ada, potensi setoran PAD dari pantai ini dalam satu tahun penuh, bahkan bisa melampaui target yang dicapai saat pengelolaan swasta, “Kalau kita hitung perkiraan target satu tahun, dikali tiga saja nilainya kemungkinan bisa mencapai satu miliar rupiah,” tambahnya.
Sementara itu, nasib pengelolaan Pantai Pondok Bali ke depannya, apakah akan dikelola secara permanen oleh pemerintah daerah atau kembali diserahkan dan dikerjasamakan dengan pihak ketiga, belum dapat dipastikan saat ini. Pihak Disparpora masih menunggu laporan akhir dan keputusan dari Pimpinan Daerah, “Sampai saat ini kami belum melaporkan secara rinci kepada Bupati Subang terkait hasil setoran PAD ini. Kami berencana menyampaikan laporan lengkap setelah masa triwulan berakhir pada akhir Juli nanti. Selanjutnya, keputusan mengenai status pengelolaan jangka panjang akan sepenuhnya ditetapkan oleh Bupati, apakah akan tetap dikelola sendiri oleh pemerintah daerah atau akan dikerjasamakan kembali dengan pihak swasta,” pungkas Nenden. (Hen Gun)







