oleh

Tiga Kali Dilanda Banjir, Petani Tambak Indramayu Rugi Ratusan Juta

INDRAMAYU, (PERAKNEW).- Banjir susulan sebanyak 3 (tiga) kali yang terjadi di Wilayah Kabupaten Indramayu sejak tahun 2020 sampai tahun 2021, petani tambak mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Petani tambak udang mengalami kerugian karena  udang-udang yang dibudi dayakan di tambak-tambaknya itu hayut terbawa air banjir yang melanda.

Hal tersebut disampaikan Caryudi sebagai Petani Tambak Udang Desa Tawangsari, Kecamatan Arahan, Kab. Indramayu kepada Perak.

Sementara, Banjir yang masuk ke Perempangan (Tambak) Desa Sukadadi, Desa Tawangsari, Desa Pranggong, Desa Cemara, Kec. Cantigi, Kab. Indramayu, hingga sampai melanda Desa Kiajaran, Kec. Lohbener terkena banjir.

Banjir tersebut diduga karena Kalen Kusta perbatasan antara Pangkalan dengan Pranggong meluap, “Petani sangat prihatin dengan musibah alam di tahun ini, hingga tanaman tambak udang kami hayut terbawa air dan kami menjerit dengan hanyutnya tanaman udang kami yang siap panen,” ungkapnya.

Caryudi sebagai petani dan sekaligus selaku LSM LP3HN ini meminta kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan rakyatnya, “Kami mohon kepada Permerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten Indramayu dan Provinsi memperhatikan rakyatnya yang lagi kena musibah ini, apalagi ditambah musibah Covid-19, sangat susah untuk mencari pekerjaan dan sulit untuk mencari penghasilan,” pungkasnya. (Saptono)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya