oleh

Bantah Video Viral Penyerahan Uang, Sultan Subang Santuni Anak Yatim tak Sesuai Janji

Bantah Video Viral Penyerahan Uang, Sultan Subang Santuni Anak Yatim tak Sesuai Janji

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Berkaitan dengan nama tokoh yang sudah tak asing lagi, karena kepemilikan Mobil dan Mushola berlapis Emasnya yang sempat viral, dia ialah H Ahmad Sugandi yang terkenal disebut sebagai Sultan Subang, pemilik Yayasan Asma’an Yatim Piatu, beralamat di Kampung Karokrok, Desa Jatiragas Hilir, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang.

banner 728x90

Sekretaris Yayasan Asma’an, H Encep

Dirinya sempat viral juga atas dugaan pembohongan terhadap orang lain, yang berjanji akan merealisasikan bantuan Santunan anak Yatim-piatu, senilai Rp1.000.000,- (Satu juta rupiah) per anak, pada Bulan Ramadhan 1 Syawal 1442 Hijriyah menjelang Hari Raya Idul Fitri, Hari Kamis, 13 Mei 2021 lalu, setelah diberitakan Perak, kemudian pihaknya barulah langsung memenuhi janjinya itu, pada Hari Kamis, 3 Juni 2021.

Camat Ciasem, H Toni (Kanan)

Faktanya, hal itu masih tetap jadi perbincangan oleh khalayak ramai, terutama di Kec. Ciasem, belum lama ini, lantaran realisasi nilai bantuan santunannya tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan, yang seharusnya Rp1 Juta, namun hanya Rp100 Ribu saja per anak yatim/piatu.

Baca Juga: Soal Dugaan Yayasan Asma’an Karokrok Bohongi Ratusan Anak Yatim-Piatu Pantura, Ini Tanggapan H Sugandi & H Toni

Hal itu terbukti dari keterangan sejumlah anak yatim penerima manfaat yang didampingi oleh pembimbingnya, saat diwawancarai Perak, “Ini isinya Seratus ribu rupiah (Rp100.000,-),” ujar mereka sambil membuka amplop yang berlabelkan Yayasan Asma’an Yatim Piatu (milik Sultan Subang) dan menunjukan uang santunan tersebut, di Kantor Pemcam Ciasem.

Ditambahkan seorang pembimbingnya, “Alhamdulillah akhirnya terealisasi juga santunan dari pak H Sugandi ini, walaupun telat, yang dinanti janjinya sebelum lebaran. Tapi, walau nilainya gak sesuai dengan yang dijanjikan, segini juga Alhamdulillah sangat bermanfaat buat anak-anak yatim/ piatu ini dan kami ucapkan banyak terimakasih, semoga bapak H Sugandi selalu diberikan kesehatan dan panjang umur, juga semakin berlimpah rejekinya, sehingga dapat terus mengadakan santunan anak yatim seperti ini, karena sangat membantu kebutuhan anak yatim dari keluarga yang tidak mampu ini,” ucapnya.

Usai acara santunan, Camat Ciasem, H Toni menjelaskan, “Saya diberi amanah oleh H Sugandi untuk membagikan uang santunan anak yatim secara simbolis, dengan jumlah 760 amplop, jadi senilai Rp76 Juta, isinya Rp100 Ribu per amplop. Kebetulan mencakup sekecamatan tidak cukup, nanti desa yang belum, Insya Allah kalau memang ada dermawan-dermawan lagi yang datang ke saya, saya akan alokasikan kepada desa yang belum menerima, ini baru Desa Sukamandijaya, Ciasem Tengah, Jati Baru dan Dukuh, video yang viral itu saya tidak tahu menahu, masalah itu saya juga kaget, tadinya itukan geladi kotor, saya juga tidak tahu yang videoin, tahu-tahu sudah jadi gambar seperti itu, emang itu diakui itu gambar saya,” ujarnya kepada Perak di ruang kerjanya.

Atas santunan ini, Toni berharap, “Mudah-mudahan amplop santunan yang diberikan pak H Sugandi tersebut, bermanfaat buat anak yatim dan bisa memotivasi bagi warga Kecamatan Ciasem, barang kali ada dermawan yang siap untuk memberikan santunan anak yatim yang ada di Ciasem, bisa melalui saya, atau yayasan juga pondok pesantren yang ada di Ciasem,” paparnya.

Sementara itu, ketika hendak dikonfirmasi Perak, Ketua Yayasan Asma’an, H Sugandi menyarankan agar wawancarai sekretarisnya, H Encep yang meyampaikan, “Mudah-mudahan pendistribusian santunan anak yatim ini, bisa dirasakan manfaatnya walaupun tidak banyak, supaya bisa memberikan motivasi kepada seluruh warga Subang, umumnya warga Indonesia yang berkelebihan harta, karena anak yatim piatu ini bukan milik pak H Sugandi saja, tapi juga milik seluruh warga Indonesia yang dermawan,” papar Encep.

Ketika ditanya soal Video viral yang berdurasi 3 menit 39 detik penyerahan uang santunan anak yatim-piatu senilai Rp1 Juta per amplop itu, olehnya kepada Camat Ciasem dan Camat Purwadadi, pada Jum’at malam, 7 Mei 2021 Bulan Ramadhan 1 Syawal 1442 Hijriyah, Encep menjawab, “Video itu semacam testimony atau geladi kotor, bukan untuk konsumsi umum, sifatnya internal dimana jama’ah hadir, tidak boleh dishare ke luar. Kalaupun amplop yang Rp1 Juta itu, nanti kalau pembangunan Pesantren Yatim Piatu Asma’an sudah berdiri, saya berharap seluruh anak yatim piatu di Subang dapat santunan dari Yayasan Asma’an per orangnya Rp1 Juta,” ungkapnya.

Encep menjelaskan, “Anggaran untuk pembangunan pesantren ini sudah disiapkan Rp118 Milyar, berhubung terhambat pandemic corona, jadi pembangunannya ditunda dulu,” katanya.

Dari empat desa penerima uang santunan anak yatim tersebut, Kepala Desa (Kades) Ciasem Tengah, Mista Rangun menyampaikan, “Alhamdulilah santunan anak yatim dari bapak H Sugandi melalui pak camat ini sudah turun, jumlahnya 201 amplop, per amplop isinya Rp100 Ribu sudah kami bagikan dan walaupun tidak maksimal nilainya Rp1 Juta per amplop seperti yang dijanjikan, kami tetap bersyukur dan mengucapkan terimaksih kepada bapak H Sugandi, semoga kedepannya dapat membagikan santunan lagi di desa kami ini,” ucapnya.

Kades Ciasem Tengah, Mista Rangun

Sementara, Kades Sukamandijaya, Hj Ernawati dalam wawancara terpisah menuturkan, “Ya, santunan untuk anak yatim piatu dari bapak H Sugandi sudah sampai melalui pak camat, jumlahnya 395 amplop, nilainya Rp100 Ribu per amplop, tapi kami sangat bersyukur walaupun nilainya tidak sesuai dengan yang dijanjikan beliau, kami ucapkan terimaksih, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi anak-anak yatim yang menerimanya dan menjadi ladang ibadah buat beliau bapak H Sugandi dan kita semua yang terlibat dalam kegiatan ini,” tuturnya.

Kades Sukamandijaya, Hj Ernawati

Kades Sukamandijaya, Hj Ernawati

Seperti telah diberitakan Perak di edisi sebelumnya, video penyerahan uang isinya Rp1 Juta tersebut, sekira ratusan amplop dari Yayasan Asma’an telah diserahkan secara simbolis kepada Camat Ciasem, H Toni dan Camat Purwadadi, H Dadang oleh H Encep, pada waktu Bulan Ramadhan lalu, menimbulkan kekecewaan dari para kepala desa, kepala dusun hingga ketua RT/RW, bahkan karang taruna di wilayah Kec. Ciasem yang diinstruksikan oleh Camat Ciasem, H Toni, untuk mendata para anak yatim-piatu dari usia 15 tahun kebawah di masing-masing wilayahnya.

Selain kecewa, mereka juga malu karena dianggap berbohong kepada masyarakatnya, “Kami kecewa kepada pak camat atas pembohongannya akan ada santunan anak yatim-piatu tersebut dan jelas kami juga malu kepada masyarakat kami, karena telah mendata anak-anak yatim-piatu tapi tidak ada realisasinya,” ungkap beberapa kepala desa di Ciasem yang enggan disebut namanya.

Menyikapi permasalahan dimaksud, Pimpinan Yayasan Asma’an, H Ahmad Sugandi saat dikonfirmasi Perak menjelaskan, “Memang benar saya meminta data anak yatim-piatu kepada pak camat, tapi pelaksanaan santunan anak yatim-piatunya bukan sekarang-sekarang, melainkan nanti setelah pembangunan Pesantren selesai dan santunan yang nilainya besar ini juga belum ada ijin dari orang tua,” ujarnya di kediamannya, pada Kamis, 30 Mei 2021.

Berkaitan dengan video serah terima ratusan amplop yang isinya uang Rp1 juta per amplop yang viral tersebut, Sugandi menerangkan, “Video yang viral itu, anak-anak hanya becanda, saya juga sedang mencari yang memiralkan video ini siapa, namanya juga jama’ah, saling minta video, gak tau sampai viral seperti ini,” terangnya tersenyum. (Hendra/Anen/Cj-Bembeng)

Berita Lainnya