oleh

Seorang Perantau Terpapar Corona, Pemdes Cileuleus & Purwasari Dirikan Posko-Portal Siaga 

TASIKMALAYA, (PERAKNEW).- Diduga salah seorang Warga Kampung Mulyasari, Desa Cileuleus, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, berinisial MR (60) yang merupakan salah seorang perantau dari Kota Jakarta, terpapar Corona virus disease (Covid 19), belum lama ini.

Menyikapi hal itu, Muspika Kec. Cisayong bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Cileuleus dan Purwasari yang wilayahnya berbatasan dengan Kampung Mulyasari, melaksanakan musyawarah rencana pelaksanaan pencegahan penyebaran pandemi Covid 19, bertempat di Kampung Mulyasari tersebut, Kamis (27/08/2020) siang.

Usai melaksanakan musyawarah, Camat Cisayong, Drs. Yayat Suryatna didampingi Kasi Kesosnya, Hanhan Nugraha, S.E., Babinsa dan Babinkhamtibmas Desa Cileuleus, serta Kepala Desa Cileuleus, Anang Hardi, menemui Acek Nunu (45) Warga Kp. Mulyasari yang pertama kali mengantar MR ke dokter.

Sementara, menurut Camat Cisayong, “Saya selaku Camat Cisayong memiliki tanggungjawab atas warga Kp. Mulyasari yang telah dinyatakan positif Covid-19 ini dan sekarang sedang di rawat di SMC Singaparna. Selanjutnya kewajiban pemerintah, termasuk saya sebagai gugus tugas Kecamatan Cisayong, apabila ada seseorang yang dinyatakan positif, maka wajib mentracking, artinya mendata siapa saja orang-orang yang kontak erat dengan yang positif,” ungkap Drs. Yayat Suryatna saat berbincang dengan Acek Nunu dimaksud.

Setelah mendata orang-orang yang kontak erat dengan yang positif lanjut Yayat, maka yang kontak erat itu agar melakukan isolasi mandiri untuk menjaga atau kehati-hatian, khawatir orang itu terpapar juga, “Pelaksanaan swab pemeriksaan seseorang, bertujuan memastikan apakah tertular atau tidak, ada yang dikatakan labolatorium rapid tes, swab dan ada yang dikatakan tes cepat reguler. Meskipun yang sudah kontak erat belum dinyatakan positif secara swab, isosali mandiri tetap harus dilakukan, untuk menjaga atau ke hati-hatian,” paparnya.

Camat juga berterimakasih kepada Acek, “Atas nama Muspika, mengucapkan terimakasih, apabila bapak Acek melaksanakan isolasi mandiri, tidak ada kegiatan keluar masuk ke warung, namun kalau tetap melaksanakan dan sudah dihimbau, saya sudah bebas kewajiban,” imbuhnya.

Sementara, Acek mengatakan, “Dengan pola fikir masyarakat yang rendah, sehingga intinya mencemo’oh kepada pasien, mencaci dan kadang-kadang terasingkan. Meminta kepada aparat desa, mohon penyuluhan untuk warga, karena ini adalah musibah bukan aib. Berhatap tolong dibantu, berikan dukungan moral dan semangat kepada si pasien,” harapnya.

Kepala Desa Cileuleus, Anang Hardi juga mengucapkan terimakasih kepada Muspika atas himbauan kepada warganya dan Acek selaku warga Kp. Mulyasari atas kerjasamanya, “Serta saya juga tidak tinggal diam, kemarin sudah melaksanakan rapat bersama para tokoh, RT dan Pustu mengenai kesehatan dan hari ini turun ke lapangan. Sekaligus berkumpul dan mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah memakai masker, serta kepada yang belum, dihimbau memakai masker, juga jaga jarak dan cuci tangan dengan air yang mengalir,” pungkasnya.

Atas kejadian tersebut, pihak Pemerintah Desa Cileuleus bersama Purasari mendirikan Posko siaga Covid-19 dan memasang portal di Kp. Sukarame-RT 14/ RW 03, Kepunduhan Langensari dan Kp. Sindangtanjung-RT 20/RW 04, Kepunduhan Sindangtanjung, Desa Cileuleus, serta Kp. Kalimorot, Desa Purwasari yang berbatasan dengan Kp. Mulyasari.

Pemdes Cileuleus juga melaksanakan penyemprotan disinpektan di rumah-rumah warga di Kp. Mulyasari dan Peusarsari Kepunduhan Langensari, meliputi 3 ke RT an, yakni RT 23, 24 dan 15 dengan jumlah 123 KK.

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Cileuleus, Wahyu Wibiksana saat ditemui di kantornya mengatakan, bahwa menurut informasi yang diterimanya yang kontak langsung dengan pasien (MR) sekitar 13 orang termasuk keluarga, tetangga, dokter dan karyawannya serta MR tersebut, merupakan perantau dari Jakarta.

Saat dihubungi melalui pesan whatsApp Wahyu juga menjelaskan, masyarkat dari Kp. Peusarsari dan Mulyasari tidak di isolasi total, boleh keluar masuk dengan syarat memperhatikan atau mematuhi protokol kesehatan, “Petugas jaga di pos siaga, adalah para RT Siaga dan Kepemudaan yang dibekali dengan Alat Diteksi suhu,” ungkapnya.

Lanjut Wahyu, intinya dalam hal ini kita sudah sosialisasi dengan gugus tugas desa dengan dilaksanakan protokol kesehatan supaya yang lain tidak terpapar dan mudah-mudahan pasien cepat sembuh, “Kami selalu menghimabau kepada masyarakat untuk tenang tidak terlalu panik dan yang penting patuh dengan protokol kesehatan, karena Pemdes sayang dan bertanggungjawab kepada masyarakat atas kejadian ini. Semoga Alloh mengabulkan do’a kita, untuk secepatnya lepas dari cobaan ini. Aamiin,” pungkasnya berdo’a.  (Fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya