PERAKNEW.com – Delegasi Vietnam kunjungi Kota Cimahi dalam rangka South–South Learning Exchange yang difasilitasi oleh UNICEF Indonesia bekerja sama dengan Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung bagaimana keterlibatan masyarakat mampu menjawab tantangan sanitasi di wilayah dengan keterbatasan lahan dan kepadatan penduduk yang tinggi. Diantaranya dalam penyediaan layanan air minum, sanitasi dan higiene (WASH), khususnya penerapan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) yang berketahanan iklim di kawasan perkotaan padat.
Salah satu agenda utama berupa kunjungan lapangan ke lokasi Sanimas di RW 14, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Selasa, 13 Januari 2026.
Kota Cimahi dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai berhasil mengembangkan solusi sanitasi yang inklusif dan berkelanjutan, meski memiliki keterbatasan wilayah, serta tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyampaikan, bahwa sanitasi bukan semata persoalan infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, dan ketahanan kota terhadap dampak perubahan iklim.
Pendekatan berbasis masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memastikan keberlanjutan layanan sanitasi, terutama di wilayah dengan keterbatasan lahan dan tekanan lingkungan yang tinggi, “Kami menyambut kunjungan ini sebagai ruang untuk saling belajar. Praktik yang dikembangkan di Cimahi tumbuh dari kebutuhan warga dan dijaga bersama oleh masyarakat. Pada saat yang sama, kami juga ingin belajar dari pengalaman Vietnam,” ujarnya.
Pemkot Cimahi berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi praktik baik, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama dan pertukaran pengetahuan antarnegara dalam pengelolaan sanitasi yang inklusif, berketahanan iklim dan berorientasi pada keberlanjutan. (Harold)









