PERAKNEW.com – Untuk mengatasi kemacetan di Jalan Gatot Subroto-Baros, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) telah merencanakan membangun sebuah Underpass di Jalan Gatot Subroto-Baros Kota Cimahi. Namun, sampai saat ini belum ada kabar realisasinya. Pemkot Cimahi sangat menantikannya, karena keberadaan underpass tersebut, diyakini salah satu solusi bakal mengatasi kemacetan di wilayah tersebut.
KDM menyebut, proyek Underpass itu sudah dimasukkan ke dalam program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2026. Pemkot Cimahi berharap pembangunan segera terealisasi.
Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah mengatakan, bahwa sampai sejauh ini belum ada informasi rencana pembangunannya, “Sejauh ini belum ada informasi baru dari Pemprov Jabar soal rencana pembangunannya. Cuma harapan kita di bulan Maret ini sudah bisa dimulai,” katanya. Jumat (9/1/2025).
Menurut Wilman, proyek tersebut sepenuhnya dikerjakan dan dibiayai oleh Pemprov. Pasalnya ruas Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Baros sendiri berstatus sebagai jalan provinsi, “Untuk anggarannya semua dari provinsi, besarannya sekitar Rp100 miliar. Kemudian untuk pengerjaannya juga oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat,” kata Wilman.
Jika terealisasi, pembangunan underpass akan berdampak pada keberadaan beberapa bangunan di sisi kiri dan kanannya. Mulai dari Kantor Pos, Gedung Historich yang merupakan salah satu bangunan bersejarah di Cimahi, hingga bangunan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussen Armed) “Kita sudah koordinasikan dengan TNI AD, PT Pos juga, semua setuju dengan pembangunan ini. Tentunya nanti kita akan koordinasi lagi supaya tidak ada permasalahan di lain waktu,” kata Wilman.
Menurut dia, pembangunan underpass sangat dibutuhkan di Jalan Gatot Subroto untuk mengatasi kemacetan. Sebab, volume arus lalu lintas di kawasan tersebut semakin padat seiring meningkatnya perjalanan kereta api, khususnya Kereta Ape Feeder. (Harold)







